Karat di Engsel Pintu Mobil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
30 Desember 2025
Admin
Bagikan
Karat pada engsel pintu tidak muncul secara tiba-tiba. Prosesnya bertahap, dan kebanyakan pemilik kendaraan baru menyadarinya ketika karat sudah mulai mengganggu.
Secara umum, karat terbentuk ketika logam pada engsel bereaksi dengan oksigen dan kelembapan. Reaksi oksidasi ini diperparah oleh kondisi lingkungan, cara penggunaan, dan minimnya perawatan. Sama seperti rantai motor yang dibiarkan tanpa pelumas, engsel pintu pun lama-lama kehilangan kelincahannya.
Ini dia beberapa penyebab mengapa karat bisa muncul pada engsel pintu mobil:
1. Paparan Kelembaban yang Berulang
Kelembaban adalah musuh utama logam. Ketika air hujan, embun, atau cipratan genangan menempel pada engsel, proses oksidasi berlangsung lebih cepat. Jika engsel tidak segera mengering, uap air yang terjebak di sela-sela dapat berubah menjadi titik karat.
Mobil yang sering diparkir di luar ruangan, terutama di area terbuka tanpa plafon atau kanopi, lebih rentan mengalami kelembaban. Paparan kelembaban konstan membuat kondisi engsel mirip seperti bearing motor yang terpapar air hujan terus-menerus. Lama-lama, permukaannya teroksidasi dan kehilangan kelancaran geraknya.
2. Penumpukan Debu dan Kotoran
Baca Juga : Beli Mobil Bekas Banjir vs Bekas Tabrakan: Mana yang Lebih Berisiko?
Debu dan kotoran dapat menumpuk di celah engsel yang sempit. Ketika kotoran mengering, gesekan meningkat dan lapisan pelindung logam menjadi rusak. Kerusakan kecil inilah yang kemudian menjadi pintu masuk bagi karat.
Pada beberapa kendaraan, debu dapat bercampur dengan minyak lalu membentuk kerak keras. Kerak ini menekan engsel sehingga pintu mobil terasa berat layaknya suspensi motor yang mulai aus. Jika kondisi ini dibiarkan, korosi akan semakin cepat menyebar.
3. Penggunaan Pelumas yang Tidak Tepat
Pelumas sangat penting untuk menjaga kelancaran engsel, tetapi tidak semua pelumas cocok untuk komponen otomotif. Penggunaan pelumas rumah tangga atau general-purpose oil dapat meninggalkan residu lengket yang menahan debu.
Residu yang menumpuk tidak hanya menghambat gerakan engsel, tetapi juga menarik kelembaban sehingga karat mudah terbentuk. Dalam dunia motor, masalah serupa terjadi ketika menggunakan oli yang tidak cocok untuk rantai. Bukannya bersih, hal ini justru mempercepat kotoran menempel.
3. Perubahan Suhu Ekstrim
Perubahan suhu yang drastis dapat mempengaruhi elastisitas logam. Ketika suhu panas berubah cepat menjadi dingin, lapisan pelindung anti karat menjadi retak halus. Retakan ini cukup untuk membuat oksidasi muncul meski ukurannya sangat kecil.