Tips & Trik

Kapan Ganti Oli yang Tepat untuk Motor yang Jarang Dipakai?

PUBLISHED DATE : 31 Desember 2023

Kapan Ganti Oli Yang Tepat Untuk Motor Yang Jarang Dipakai

Ganti oli motor merupakan salah satu perawatan yang harus rutin dilakukan. Namun, bagaimana dengan motor yang jarang dipakai? Apakah masih perlu mengganti oli secara rutin?

Sebenarnya, ganti oli tetap perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas kendaraan sekalipun kendaraan tersebut jarang digunakan. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli pada motor yang jarang digunakan? Berikut jawabannya!

Waktu Tepat Ganti Oli Motor yang Jarang Dipakai

Umumnya, oli motor harus segera diganti ketika jaraknya sudah mencapai 4000–5000 km. Jarak ini direkomendasikan bagi motor yang rutin dipakai. Rentang jarak tersebut biasanya dicapai dalam waktu 2 bulan. Jadi pergantian oli bisa dilakukan 2 bulan sekali.

Rentang waktu tersebut juga berlaku bagi motor yang jarang digunakan. Ketika sepeda motor sudah lama tidak digunakan, maka oli yang ada di dalam mesin pun tidak digunakan dan kemungkinan tidak mengalami penurunan kualitas.

Jadi, bila rentang jarak 5000 km baru tercapai setelah satu tahun, maka Anda bisa mengganti oli tersebut setiap tahun pula. 

Tanda Harus Ganti Oli Motor

Selain berpatokan pada jarak yang ditempuh, Anda juga bisa mengganti oli ketika motor sudah menunjukkan beberapa tanda. Adapun tanda motor harus segera diganti olinya yaitu sebagai berikut:

  • Warna dan Konsistensi Oli

Ciri pertama yang dapat diperhatikan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli adalah melalui warna dan konsistensi oli. 

Oli yang masih dalam kondisi baik memiliki warna keemasan atau coklat muda. Jika oli sudah berubah menjadi gelap atau hitam, itu bisa menjadi tanda bahwa oli telah mencapai batas umur pakainya. 

Selain itu, perhatikan konsistensi oli, jika terdapat partikel-partikel padat atau endapan, hal ini bisa mengindikasikan adanya kotoran atau keausan komponen mesin.

  • Kilometer atau Waktu Penggunaan

Baca Juga : Begini Teknik Tepat Pengereman Motor di Kecepatan Rendah

Ganti oli motor juga dapat dilakukan berdasarkan jumlah kilometer yang telah ditempuh atau waktu penggunaan. 

Mayoritas produsen menyarankan penggantian oli setiap 3–6 bulan atau setiap 4000–5000 kilometer, tergantung pada kondisi penggunaan dan jenis oli yang digunakan.

  • Perubahan Kinerja Mesin

Jika Anda merasakan adanya perubahan dalam kinerja mesin seperti penurunan akselerasi, peningkatan suara mesin, atau peningkatan suhu mesin, hal ini dapat menjadi tanda bahwa oli sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 

Oli yang sudah terlalu lama digunakan cenderung kehilangan kemampuannya untuk melumasi dan melindungi mesin secara efektif.

  • Perhatikan Indikator Penggantian Oli

Beberapa motor modern dilengkapi dengan indikator penggantian oli elektronik. Indikator ini memonitor kondisi mesin dan memberikan peringatan saat oli perlu diganti. 

Jika motor Anda dilengkapi dengan fitur ini, sangat penting untuk mematuhi peringatan tersebut.

  • Perawatan yang Konsisten

Selain mengganti oli secara teratur, perawatan lainnya seperti pembersihan filter oli, pemeriksaan level oli, dan pemeriksaan sistem pendinginan juga penting dilakukan. 

Perawatan yang konsisten dapat memastikan bahwa motor tetap beroperasi dengan efisien dan menghindari kerusakan yang lebih serius.

  • Bunyi Mesin yang Tidak Biasa

Mesin yang berfungsi dengan baik biasanya beroperasi dengan suara yang halus. Jika Anda mulai mendengar suara berisik, gesekan, atau ketukan yang tidak biasa, bisa jadi itu disebabkan oleh kurangnya pelumasan yang memadai. 

Hal ini dapat menjadi tanda bahwa oli sudah kehilangan kemampuan pelumasnya dan perlu segera diganti.

Akibat Telat Ganti Oli Motor

Bila Anda telat melakukan pergantian oli, ada beberapa dampak buruk yang bisa terjadi. Pasalnya, oli akan mengalami penurunan kualitas seiring berjalannya waktu. Hal ini bisa berpengaruh pada mesin motor. Agar lebih jelas, intip penjelasan lengkapnya di bawah ini:

  • Penurunan Kinerja Mesin

Oli memiliki peran yang penting dalam mesin. Pentingnya oli dalam mengurangi gesekan antar bagian mesin membuatnya sangat vital dalam mendukung kinerja mesin agar optimal. 

Oli kotor atau teroksidasi tidak mampu memberikan pelumasan memadai. Ia meningkatkan gesekan dan mengurangi efisiensi mesin secara keseluruhan. Hal ini dapat tercermin dalam penurunan akselerasi, daya, dan responsivitas mesin.

  • Overheating Mesin

Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga sebagai pendingin mesin. Terlambat ganti oli motor dapat menyebabkan penumpukan kotoran dan partikel-partikel kecil di dalamnya. 

Kotoran ini dapat menghambat kemampuan oli dalam membawa panas hingga menyebabkan overheating

Mesin yang terlalu panas dapat merusak segel-segel karet, meningkatkan tekanan di dalam sistem, dan pada akhirnya merusak komponen-komponen lainnya.

  • Kerusakan Mesin

Dampak lainnya dari telat ganti oli motor yaitu terjadi kerusakan pada mesin. Oli yang sudah terkontaminasi dengan partikel-partikel kotoran dapat menyebabkan mesin lebih cepat rusak. 

Partikel ini dapat menyebabkan keausan pada permukaan logam, menyebabkan kerusakan bertahap pada komponen mesin seperti piston, camshaft, dan crankshaft

Dalam jangka panjang, hal ini dapat mempersingkat masa pakai mesin secara signifikan.

  • Peningkatan Konsumsi Bahan Bakar

Mesin yang bekerja dengan efisiensi rendah karena oli yang tidak optimal akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan daya yang sama. 

Baca Juga : Awas, Ini 5 Tandanya Van Belt Motor Mau Putus

Kondisi ini akan mengakibatkan peningkatan konsumsi bahan bakar sehingga meningkatkan pengeluaran dana untuk membeli bahan bakar untuk motor. 

  • Biaya Perbaikan yang Tinggi

Keterlambatan dalam penggantian oli dapat menjadi pemicu kerusakan mesin yang memerlukan perbaikan mahal. Proses perbaikan, termasuk penggantian komponen yang rusak, dapat menghabiskan biaya yang lebih tinggi. 

Dengan mengabaikan jadwal penggantian oli yang direkomendasikan, kemungkinan komponen mesin akan cepat rusak. Tentunya, tidak menutup kemungkinan biaya perbaikan menjadi lebih mahal. Terlebih jika komponen banyak yang rusak.

Tips Merawat Motor yang Jarang Digunakan

Meskipun jarang digunakan, motor tetap harus dirawat dengan baik. Selain memperhatikan jadwal ganti oli, Anda juga bisa melakukan beberapa perawatan di bawah ini:

  • Simpan Motor di Tempat yang Aman

Simpan motor Anda di tempat yang kering dan teduh untuk melindungi dari paparan sinar matahari langsung dan hujan. Jika mungkin, gunakan penutup motor untuk melindungi cat dan komponen lainnya dari debu dan kotoran.

  • Panaskan Mesin secara Rutin

Meskipun tidak digunakan untuk berkendara, hidupkan mesin motor secara rutin. Ini membantu menjaga komponen mesin tetap bergerak dan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh kelembaban dan korosi.

  • Kosongkan Tangki Bahan Bakar

Perawatan yang satu ini perlu dilakukan ketika Anda berniat untuk menyimpan motor tersebut dalam jangka waktu yang lama. 

  • Jaga Kebersihan Motor

Meskipun motor hanya disimpan di garasi, Anda tetap perlu menjaga kebersihannya. Pasalnya, selama di garasi motor bisa dihinggapi debu yang terbang di udara.

Anda bisa membersihkannya menggunakan lap basah atau setidaknya lap kering agar motor tetap bersih. Aktivitas ini bisa Anda lakukan ketika memanaskan mesin motor.

Demikian waktu ganti oli motor yang tepat. Bila Anda menemukan ciri-ciri motor harus ganti oli, sebaiknya segera bawa ke bengkel terdekat untuk ganti oli. Bila saat distarter motor tidak mau menyala, Anda bisa mengatasinya dengan cara ini.

Berita Lainnya