Tips & Trik

Jangan Sembarangan, Ini Etika Membunyikan Klakson Motor!

PUBLISHED DATE : 19 Oktober 2018

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/Jangan_Sembarangan,_Ini_Etika_Membunyikan_Klakson_Motor!.jpg

Klakson merupakan alat untuk saling 'berkomunikasi' sesama pengguna jalan. Tetapi bukan berarti membunyikan klakson bisa dilakukan sesuka hati. Ada etika tidak tertulis yang sejatinya penting juga diketahui oleh semua pengguna jalan, termasuk Anda yang mengendarai motor. Contohnya seperti ini, di suatu jalanan, ada motor lain yang sedang melaju secara tiba-tiba pindah jalur ke jalur Anda yang juga sedang melaju. Atau ketika Anda ingin melintasi sebuah persimpangan jalan dengan visual dari arah lain yang terbatas.

Di waktu-waktu seperti disebutkan itulah, klakson punya tugas untuk paling tidak memberi tahu pada pengguna jalan lain tentang keberadaan kendaraan yang sedang Anda kendarai.

Sudah Diatur dalam Aturan Tertulis

Baca Juga : Ketahui, Ini Macam Macam Alat Ukur Mekanik & Fungsinya

Bunyi klakson juga ternyata sudah diatur dalam sebuah aturan tertulis yang sudah disahkan oleh pemerintah dan dipatuhi oleh para produsen kendaraan.Ini artinya, selain tidak boleh sembarangan membunyikannya, kita juga tidak boleh sembarangan mengganti klakson dengan bunyi yang terlalu keras sehingga mengganggu pengguna jalan yang lain.

Di laman situs resmi Kemenhub (Kementrian Perhubungan Republik Indonesia) aturan tersebut berbunyi, “Agar tidak menimbulkan polusi suara dan diterima dengan bagus oleh indera dengar manusia, kekuatan bunyinya pun harus sesuai dengan aturan yakni paling rendah 83 desibel dan paling tinggi 118 desibel,”. Aturan ini terdapat dalam PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 69. Di website tersebut Kementrian Perhubungan Republik Indonesia juga mengingatkan supaya fungsikan klakson secara bijak.

Arti Bunyi Klakson

Baca Juga : Mau Hemat Bensin Saat Mudik dengan Mobil Pribadi? Ini Tipsnya

Hal penting selanjutnya yang sebaiknya Anda ketahui adalah ternyata bunti klakson juga mengandung arti. Contohnya, membunyikan sekali dianggap sebuah sapaan, dua kali diartikan panggilan/minta perhatian atau bisa juga sebuah ucapan terima kasih ketika menyalip kendaraan lain.

Selalu ingat bahwa penggunaan klakson yang salah berisiko memancing emosi pengendara lain. Salah satu contohnya adalah membunyikan klakson dalam waktu yang lama tanpa putus. Tidak cuma berisik, pengendara lain yang ada di sekitar Anda juga pasti tidak akan senang diperlakukan seperti itu. Hasilnya risiko terjadinya sebuah keributan di jalan raya menjadi lebih besar.

Semoga bermanfaat dan selalu ingatlah untuk selalu bijak ketika membunyikan klakson ketika mengendarai motor!

Baca Juga : Tips Perencanaan Cicilan Kredit Mobil Suzuki

Halaman 1 Tampilkan Semua

Berita Lainnya