Tips & Trik

Cara Kerja & Jenis Sistem Pendingin Sepeda Motor

PUBLISHED DATE : 28 November 2021

26  GSXS1

Proses pembakaran yang menghasilkan tenaga pada mesin sepeda motor mengeluarkan panas yang harus diredam dengan sistem pendingin. Hadirnya sistem pendingin sepeda motor akan menjaga mesin dalam kondisi yang ideal. 

Setiap mesin diciptakan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti daya tahan, keselamatan, ramah lingkungan dan ekonomis. Sistem pendingin adalah salah satu aspek keselamatan dan ekonomis yang sangat penting. 

Jika selama ini Anda tidak pernah memperhatikan sistem pendingin pada sepeda motor, kini saatnya untuk mengenalinya. 

Fungsi dari Sistem Pendingin Sepeda Motor 

Panas dari ruang bakar yang tidak terkonversi menjadi tenaga mekanik akan dikeluarkan melalui saluran pembuangan sehingga terserap pada komponen lainnya. Mengingat bahan mesin adalah baja maka panas diserap dengan sangat cepat. 

Temperatur yang terlalu tinggi terjadi pada mesin akan menurunkan kinerjanya dan kerusakan pada beberapa komponen. Menghindari hal inilah, sistem pendingin menjadi solusi paling tepat untuk mesin motor bekerja sempurna. 

Selain untuk mengurangi panas dari mesin motor, ada fungsi lain yang diberikan sistem pendingin sepeda motor sebagai berikut:

  1. Mempertahankan Temperatur Mesin

Motor memiliki temperatur efisien yaitu suhu 82 hingga 99 derajat Celcius. Sistem pendingin akan mempertahankan temperatur panas mesin tersebut sehingga emisi gas buang lebih minimum dan kerja mesin motor lebih maksimal. 

    2. Mempercepat Tercapainya Temperatur Kerja Mesin 

Dibutuhkan temperatur kerja yang tepat sehingga mesin terhindar dari keausan dan emisi gas buang berlebih. Temperatur kerja yang tepat ini bisa didapatkan ketika sistem pendingin mesin bekerja dengan baik. 

Baca Juga : Jangan Lupa, Standar Motor Juga Butuh Perawatan

Hal tersebut disebabkan sistem pendingin memiliki komponen yang bekerja untuk mempercepat suhu kerja mesin. Tidak bagus jika temperatur dinding silinder masih dingin karena pembakaran tidak akan sempurna. Biasanya sering terjadi pada motor yang lama tidak digunakan. 

    3. Menyebarkan Panas dengan Merata

Fungsi terakhir adalah untuk membuat panas yang dihasilkan dapat menyebar secara merata. Sehingga panas akan diserap serta dibuang ke udara, mesin pun tidak akan mengalami overheat.

24488141_s

Jenis-Jenis Sistem Pendingin Sepeda Motor dan Cara Kerjanya

Dilihat dari fungsi pendingin mesin motor yang sangat penting inilah perawatan harus selalu dilakukan. Secara umum ada empat jenis sistem pendingin yang cara kerjanya berbeda-beda. 

Setiap motor biasanya menggunakan salah satu dari sistem pendingin yang cara kerjanya sebagai berikut:

  1. Sistem Pendingin dengan Udara Alami

Sistem yang pertama ini paling banyak diterapkan pada motor bebek di bawah 125 cc. Kapasitas mesin yang rendah memungkinkan pendinginan memanfaatkan udara alami. 

Sistem pendingin sepeda motor ini memanfaatkan siri-sirip pendingin yang ada pada mesin motor. Sistem akan bekerja ketika motor berjalan, oleh karena itu mesin tidak ditutup sehingga aliran udara akan bekerja.

Cara kerjanya adalah ketika motor berjalan, udara akan melewati celah dari setiap sirip mesin. Dari sinilah panas yang mengalir di silinder mesin beralih ke dinding silinder dalam dan luar baru keluar ke udara. 

Keberhasilan sistem udara alami ini tergantung dengan jenis material pada silinder. Biasanya alumunium yang daya hantarnya baik lebih sering digunakan sebagai kepala silinder. 

Mendukung pendinginan lebih baik, maka sirip-sirip pendingin ini memiliki konstruksi dengan jarak 8 hingga 15 mm dan panjangnya 50 hingga 80 mm menyesuaikan ukuran mesin.

Kelebihan dari sistem pendingin udara alami ini adalah bagus saat cuaca dingin maupun panas. Kekurangannya adalah motor cepat panas ketika kondisi jalan macet karena tidak ada udara yang mengalir.

    2. Sistem Pendingin dengan Udara Kipas

Berbeda dengan pendingin mesin motor udara alami yang tidak bekerja saat macet, pendingin kipas justru bekerja lebih baik. Alasannya karena komponen pendinginnya mengandalkan kipas yang tetap berputar meskipun jalanan macet. 

Kipas akan menciptakan aliran udara dari luar ke dalam mesin dan proses pendinginan pun akan bekerja. Pemasangan kipas berada pada poros engkol mesin dan letaknya pada di bawah jok, tertutup dengan cover

Hasilnya adalah pendinginan lebih efektif karena udara bertekanan akan dialirkan ke arah silinder serta kepala silinder. Sistem ini sekarang banyak digunakan pada jenis motor matic. 

    3. Sistem Pendingin dengan Air

Sistem pendingin sepeda motor yang selanjutnya adalah memanfaatkan air dan lebih sering digunakan pada motor berkapasitas 150 cc ke atas. Alasannya proses pendinginan yang akurat serta cepat, mengingat motor lebih mudah panas. 

Cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan sistem pendingin pada mobil, bedanya tidak ada cooling fan pada motor. Letak radiatornya mudah terkena angin sehingga tidak dibutuhkan cooling fan. 

Proses pendinginan dimulai ketika water coolant berjalan masuk ke arah ruang mesin. Cairan tersebut akan bekerja menyerap panas di area mesin dan thermostat akan terbuka.

Selanjutnya, cairan masuk ke radiator dan saluran di ruang mesin digantikan dengan water coolant yang baru. 

Prosesnya terus berulang selama kendaraan berjalan. Ada beberapa komponen penting di dalam sistem ini yaitu radiator, pompa air, thermostat dan juga selang. Komponen radiator akan bekerja untuk mendinginkan air yang memiliki temperatur tinggi usai menyerap panas mesin. 

Radiator juga memiliki beberapa bagian yakni tangki atas, bawah, jalur radiator, jalur air dan tutup radiator. Fungsi dari thermostat adalah untuk menjaga suhu air tetap terjaga sehingga mampu menyerap dengan baik. 

Baca Juga : 9 Cara Merawat Motor Bebek agar Performanya Terjamin

Katup thermostat akan terbuka dan menutup sesuai dengan temperatur tertentu yang dimiliki water coolant agar bisa kembali ke dalam radiator. 

    4. Sistem Pendingin dengan Oli 

Jenis pendingin yang terakhir memanfaatkan oli atau oli cooling system. Ada dua jenis fungsi oli, pertama untuk melumaskan mesin dan kedua untuk menyerap panas. 

Sistemnya sendiri, oli akan bersirkulasi melalui komponen oil cooler yang bentuknya mirip dengan radiator namun lebih kecil. Saluran oil cooler ini mengelilingi mesin, mirip dengan saluran pada water coolant. 

Pada saat itulah oil cooler akan menyerap panas dari mesin. Saluran ini memiliki sirip-sirip yang bekerja untuk mendinginkan oli ketika terkena terpaan udara dari depan saat motor berjalan. 

Kinerja dari sistem inilah yang membuat suhu mesin tetap terjaga sekaligus mesin tetap terlumasi dengan baik. Oleh karena itu, jika motor Anda menggunakan sistem pendingin ini, jangan pernah terlambat untuk mengganti oli. 

Oli yang kualitasnya sudah buruk, tidak akan mampu menyerap panas dengan baik dari mesin. Efektifitasnya yang menurun membuat Anda harus bersiap dengan efek overheat yang kapan saja dapat muncul. 

Demi menjaga sistem pendingin sepeda motor baik itu dari udara, oli dan air tetap bekerja dengan baik Anda harus melakukan perawatan. Servis menjadi agenda rutin untuk mengecek kinerja sistem pendingin motor dan komponen lainnya. 

Apabila terdapat kerusakan Anda bisa mengetahui lebih dini dan melakukan perbaikan tanpa biaya yang terlalu mahal. Anda tinggal datang saja ke bengkel 2W resmi milik Suzuki terdekat untuk servis rutin. 

 

Berita Lainnya