Tips & Trik

Balancing Pelek Motor, Seberapa Penting Hal Ini Dilakukan?

PUBLISHED DATE : 26 Agustus 2020

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/pelk_motor.jpg

Pada sebuah kendaraan seperti motor tentunya memiliki beberapa bagian perlengkapan dengan masing-masing fungsi yang berbeda. Salah satu perlengkapan tersebut adalah pelek motor. Hal ini sangat diperlukan agar roda pada motor dapat dipasangkan.

Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban bagi Anda yang memiliki motor untuk merawat dan menjaganya. Hal penting yang tidak boleh dilewatkan ketika memiliki sebuah motor adalah melakukan balancing velg motor.

Pelek Motor

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan pelek pada motor ini bukan? Pada dasarnya pelek menjadi komponen yang sangat penting pada kendaraan. Hal ini disebabkan karena pelek merupakan tempat untuk memasang ban.

Baca Juga : Cari Tahu Apa Itu Silencer Knalpot Serta Bahan dan Fungsinya

Oleh sebab itu,  salah satu komponen pada kendaraan inilah yang mampu membuat motor Anda berjalan dengan baik. Anda tentu tidak dapat membayangkan bagaimana sebuah kendaraan dapat berjalan tanpa dilengkapi dengan pelek pada bagian bannya.

Sama seperti komponen lain yang ada pada kendaraan, pelek pada motor perlu Anda rawat dengan melakukan balancing pelek. Selain untuk kenyamanan ketika berkendara, hal ini juga perlu dilakukan untuk menjaga keawetan pelek kendaraan tersebut.

Roda pada kendaraan tidak akan dapat dipasangkan tanpa adanya pelek motor. Sebagai salah satu bagian yang penting dari kendaraan maka sudah sepantasnya jika bagian kendaraan tersebut mendapat perawatan dari Anda sebagai pemiliknya.

Bahan Umum yang Digunakan Dalam Pembuatan Pelek

Baca Juga : Mengisi Ban dengan Nitrogen Lebih Bagus dari Angin Biasa, Benarkah?

Ketika membuat sebuah velg motor khususnya jenis palang atau racing ada tiga bahan umum yang biasa digunakan, antara lain aluminium, magnesium, dan karbon. Masing-masing bahan tersebut tentunya memiliki perbedaan yang mendasar.

Pada umumnya produksi motor di Indonesia menggunakan pelek yang berbahan dasar alumunium. Cara pembuatannya yang menggunakan teknik cor atau cetak membuat pelek yang dihasilkan bobotnya lebih berat. Sementara itu, untuk pelek alumunium pada motor pembalap dibuat dengan teknik menempa.

Bahan kedua yang biasa digunakan untuk membuat pelek ini adalah magnesium. Bobot yang dihasilkan dari bahan ini akan lebih ringan jika dibandingkan dengan yang berbahan dasar alumunium. Harga dari pelek ini juga cukup mahal dan biasa digunakan pada balap motor seperti MotoGP.

Baca Juga : Jangan Panik, Ini Penyebab Karburator Banjir & Solusinya

Selain alumunium dan magnesium, serat karbon juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pelek. Sebagai salah satu bahan yang eksotik membuat pelek dengan bahan serat karbon sulit untuk ditemukan. Bobotnya juga sangat ringan jika dibandingkan dengan pelek alumunium dan magnesium.

Balancing Pelek Kendaraan Bermotor

Bagi Anda yang memiliki kendaraan bermotor seharusnya sudah tidak asing lagi dengan istilah balancing pelek. Ini merupakan sebuah proses untuk menyeimbangkan berat dari pelek dengan ban kendaraan Anda. Hal ini dilakukan agar kenyamanan ketika berkendara dapat Anda nikmati dengan lancar.

Biasanya balancing pelek ini dilakukan sebanyak 10.000 km sekali atau ketika batas kilometer nya sudah terpenuhi. Caranya adalah dengan menyesuaikan bagian kiri kanan dan atas bawah roda kendaraan melalui penambahan timah pada bagian yang kurang terpenuhi.

Balancing ini perlu dilakukan karena memiliki fungsi untuk memastikan ban pada kendaraan sudah seimbang dengan titik pusat pada roda nya. Hal ini nantinya juga akan mempengaruhi kenyamanan dan keamanan Anda ketika berkendara.

Pentingnya Balancing pada Kendaraan Bermotor

Balancing pada pelek kendaraan bermotor yang biasa digunakan setiap hari menjadi hal yang harus Anda perhatikan. Seberapa penting hal ini dilakukan? Tentu saja, mengingat fungsinya untuk menyeimbangkan kendaraan, hal ini tentu sangatlah penting.

Balancing velg motor ini menjadi hal yang perlu Anda lakukan secara rutin. Khususnya bagi Anda pengguna kendaraan dengan pelek lebar.

Beberapa jenis motor yang sudah menggunakan pelek lebar ini diantaranya motor gede dengan 250 cc, motor sport, serta motor matic 150 cc. Bagi Anda yang menggunakan beberapa jenis motor tersebut sebaiknya mulai rutin juga dalam melakukan perawatan terhadap pelek nya.

Apabila Anda tidak melakukan balancing pelek ini secara rutin maka akan timbul beberapa masalah yang akan membuat kenyamanan ketika berkendara menjadi terganggu. Selama berada dalam perjalanan juga akan membuat was-was karena kondisi kendaraan yang tidak stabil.

Bagi Anda yang masih menganggap balancing pada kendaraan bermotor ini tidak terlalu perlu untuk dilakukan sebaiknya segera meyakinkan diri untuk melakukannya. Tentu saja mencegah kerusakan akan lebih baik daripada membahayakan diri dengan kondisi kendaraan yang tidak stabil.

Masalah yang Muncul jika Tidak Melakukan Balancing Pelek pada Motor

Anda tentunya tidak ingin bukan jika pelek yang tidak dirawat dengan baik memberikan masalah yang serius pada motor kesayangan? Oleh sebab itu, balancing pelek pada motor perlu menjadi hal yang Anda perhatikan.

Apabila Anda tidak melakukan balancing pelek ini maka akan dapat menimbulkan beberapa masalah yang tidak diinginkan. Ketika Anda berkendara dengan kecepatan tinggi, motor akan terasa tidak nyaman. Hal ini disebabkan oleh ban motor yang tentunya tidak seimbang.

Selama dalam perjalanan Anda hanya akan merasakan perjalanan yang kurang nyaman. Ban motor yang tidak seimbang ini akan membuat kendaraan bergetar karena kondisi ban yang tidak stabil. Masalah ini mungkin tidak akan terasa jika Anda mengendarai dengan kecepatan sedang atau rendah.

Berkendara dengan kecepatan rendah akan membuat Anda semakin lama untuk sampai di tempat tujuan. Oleh karena itu, pelek pada kendaraan yang Anda miliki harus seimbang agar dapat digunakan dengan nyaman pada kecepatan yang tinggi.

Perbedaan Balancing Motor dan Mobil

Anda perlu mengetahui pada dasarnya balancing pelek pada motor dengan mobil tidak jauh berbeda. Balancing pada pelek motor biasanya dilakukan dengan satu titik keseimbangan, hal ini biasa disebut dengan istilah static.

Sementara itu, untuk balancing pada mobil dilakukan dengan menggunakan timah atau dynamic. Dalam hal ini lebar dari pelek mobil tersebut menjadi bahan perhitungan juga. Pada proses balancing ini, ban dimasukkan pada balancer dan akan terlihat bagian titik ban yang harus diseimbangkan.

Apabila titik keseimbangan telah diketahui, biasanya mekanik akan menggunakan timah sesuai dengan yang dibutuhkan. Mulai dari 5 gram hingga 20 gram tergantung berapa banyak timah yang diperlukan untuk balancing tersebut.

Ciri-ciri Kendaraan yang Perlu Balancing Pelek

Ketika memiliki dan menggunakan sebuah kendaraan, sedikit banyak tentunya Anda sudah bisa merasakan kendaraan nyaman atau tidak ketika digunakan. Hal ini berkaitan dengan balancing pelek yang perlu segera Anda lakukan ketika kendaraan memberikan ciri-ciri tersebut.

Ciri pertama Anda perlu melakukan balancing pelek adalah setir kendaraan akan bergetar ketika digunakan. Hal ini menjadi pertanda bahwa ban depan Anda mengalami sebuah masalah. Kemudian, jika setir kendaraan Anda terasa lebih berat dari biasanya ini menandakan Anda harus melakukan balancing.

Hilangnya keseimbangan ketika berkendara juga menjadi ciri-ciri kendaraan yang perlu balancing pelek. Apabila ciri-ciri tersebut ada pada kendaraan yang Anda gunakan sehari-hari, sebaiknya segera lakukan balancing pelek motor.

Keselamatan Anda ketika berkendara tentunya harus dijamin dengan melakukan perawatan rutin pada kendaraan. Hal tersebut akan membuat Anda merasa aman dan tidak khawatir dengan kondisi kendaraan yang tidak memadai. 

Selain itu untuk memastikan kenyamanan berkendara tetap terjamin, maka ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan dengan mengecek kondisi motor Anda di bengkel resmi Suzuki.

Berita Lainnya