Tips & Trik

Apa Itu Aquaplaning? Ini Bahaya dan Tips Mencegahnya

PUBLISHED DATE : 24 Juni 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/genangan_air.jpg

Di dunia otomotif, ada istilah yang disebut aquaplaning. Dalam bahasa umum, istilah ini disebut juga dengan blong atau kehilangan kendali yang dialami oleh kendaraan. Kehilangan kendali yang dimaksud umumnya terjadi saat sedang kondisi hujan.

Jika tidak menyiasatinya dengan benar, ini akan mengakibatkan kefatalan saat berkendara. Oleh karena itu, situasi ini perlu dicegah dengan melakukan pengecekan dan perawatan kendaraan secara rutin. Lalu, seberapa besar bahaya aquaplaning tersebut dan bagaimana cara mencegahnya?

Pengertian Aquaplaning

Aquaplaning adalah suatu kondisi di mana kendaraan seperti mobil kehilangan daya cengkeram sehingga kehilangan kendali. Istilah ini sering disebut juga dengan hydroplaning, di mana sebab utamanya adalah genangan air, seperti hujan dan banjir.

Baca Juga : Tips Mengemudi Aman di Jalan Tol untuk Pemula

Genangan air yang terlalu besar akan membuat mobil kesulitan dalam melaju atau bahkan tergelincir. Tidak hanya genangan air, aquaplaning juga bisa terjadi karena keadaan kendaraan yang tidak baik serta bobot kendaraan. 

Penyebab dan Bahaya Aquaplaning

Penyebab utama aquaplaning tidak hanya genangan air hujan, tapi juga bisa disebabkan oleh air kendaraan lain yang lewat. Ketika mobil melewati jalan yang licin akibat berair, maka akan menjadi berbahaya jika tidak berhati-hati.

Ban mobil akan sulit dikendalikan sehingga daya cengkramnya menurun. Apalagi jika ban mobil tersebut sudah tipis. Resiko mengalami hydroplaning saat kondisi hujan akan lebih besar. Ban yang tipis tidak bisa lagi memecah genangan air. 

Baca Juga : Begini Sejarah Awal dari Lampu Lalu Lintas

Faktor penyebab lainnya adalah bobot mobil. Jika bobotnya semakin ringan, maka mobil akan mudah terangkat jika melewati genangan air. Hal ini tentu akan membahayakan karena mobil tidak bisa mengendalikan diri. 

Belum lagi jika mobil melaju dengan kecepatan tinggi di jalan berair, maka akan mudah melayang atau mengambang. Jika tidak sigap mengendarai mobil, maka akan terjungkal dan terjadi kecelakaan. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati jika mengalami kondisi ini saat berkendara.

ban_mobil

Ciri-Ciri Mobil Yang Mengalami Aquaplaning

Baca Juga : Siapa Penemu Mobil Pertama di Dunia? Ini Sejarahnya

Ada beberapa hal yang dapat menjadi ciri-ciri mobil yang rentan atau sedang mengalami aquaplaning. Apabila terjadi beberapa ketidakwajaran seperti yang dijelaskan di bawah ini, maka Anda harus lebih sigap dan berhati-hatilah saat mengendarai mobil. Berikut ini ciri-cirinya.

Ciri pertama yang bisa dirasakan adalah suara mesin mendadak terdengar lebih keras dari biasanya. Hal ini karena mesin yang terkena genangan terlalu deras akan menjadi panas hingga menimbulkan suara. 

Kemudian, seakan-akan Anda akan seperti mengubah kopling pada persneling. Padahal, Anda tidak melakukannya. 

Kondisi ini akan membuat laju kendaraan menjadi lebih cepat sehingga tidak terkendali. Ciri berikutnya adalah, mobil terasa lebih ringan. Hal ini disebabkan oleh tekanan air yang lebih besar yang sanggup mengangkat dan mengambangkan mobil.

Selain itu, bagian belakang mobil pada sisi-sisinya akan terasa melayang. Kondisi ini disebut fishtailing.

Jika mengalami beberapa ciri di atas, sebaiknya jangan teruskan berkendara. Tunggu hingga kondisi jalanan surut atau Anda bisa mengendarainya dengan pelan dan hati-hati. 

Cara Mengatasi Aquaplaning

Jika mengalami aquaplaning pada mobil saat berkendara, pertama Anda tidak boleh panik. Kepanikan tersebut akan meningkatkan resiko bahaya. Lebih baik lakukan penanganan yang benar. Berikut adalah cara mengatasi kondisi hydroplaning yang wajib untuk dipahami.

  • Pegang Setir Lurus

Langkah penting dalam penanganan ini adalah pegang setir mobil dengan sigap dan lurus. Melihat keadaan yang sulit dikendalikan, maka Anda harus standby untuk mengendalikan kendaraan untuk melewati jalanan dengan genangan air akibat hujan deras tersebut. 

  • Lakukan Pengereman Halus
Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya