Jangan Sekali-kali Ubah Tali Helm! Ini Bahayanya

04 Desember 2018
Share to

Helm yang berfungsi sebagai perangkat keselamatan dan pelindung kepala pengemudi motor, harus memiliki kualitas dan ketahanan helm yang baik. Desain helm sudah dirancang dan dipikirkan sedemikian rupa oleh para ahli untuk memberi keamanan bagi pemakaianya ketika terjadi kecelakaan di jalan raya.

Dimodifikasi Seperti Tali Helm Rider MotoGP

Tapi sayangnya, saat ini tidak sedikit pengendara motor yang kurang memahami proses uji dan desain helm tersebut. Belakangan cukup banyak pengendara motor yang memodifikasi tali helm dari model quick release menjadi double d ring seperti helm-helm yang dipakai oleh para pembalap MotoGP.

Salah satu alasan yang sering mereka utarakan kenapa mereka mengganti tali model sesuai dengan keinginan mereka, dari yang bertipe quick release ke double d ring adalah mereka hanya merasa bosan. Padahal, pengendara motor harus tahu bahwa modifikasi di helm tersebut tidak diperbolehkan.

Kenapa Modifikasi Tali Helm Tidak Diperbolehkan?

Alasan kenapa modifikasi tali helm tidak diperbolehkan adalah, jika diganti, pemakainya tidak tahu pasti bagaimana kualitas pengerjaan dan bahan yang dipakai untuk membuat tali helm tersebut. Ingat, bahan dari pabrikan punya kualitas yang sudah lulus tes. Risiko putus bisa terjadi pada talinya atau rivetnya dan hal seperti itu sudah diperhitungkan dengan detil oleh pabrikan helm.

Risiko lain yang harus dihadapi mereka yang mengganti tali helmnya adalah kalau terjadi kecelakaan akan menjadi tanggungan pengguna itu sendiri. Tanggung jawab terhadap kegagalan tersebut tidak bisa ditimpakan kepada produsen pembuat helm karena pengerjaan modifikasi yang dilakukan bukan atau tidak atas rekomendasi pabrikan.

Mengganti tali helm memang sangat mudah dan harga yang ditawarkan penjualnya pun terbilang terjangkau. Tapi Anda harus ingat bahwa fungsi tali helm tersebut sangat krusial untuk keamanan dan sangat disaranakan untuk tidak menggantinya sembarangan.

Semoga informasi di atas bermanfaat!