Tips & Trik

Ayo Mengenal Macam dan Fungsi Sabuk Pengaman Mobil

Sabuk pengaman mobil merupakan kelengkapan yang harus dipenuhi saat berkendara. Peraturan ini dikeluarkan pemerintah mengingat begitu pentingnya fungsi alat tersebut bagi keselamatan penumpang mobil saat berkendara, yaitu sebagai pelindung  dari benturan yang terjadi akibat kecelakaan.

Itu sebabnya, perusahaan mobil pun berinovasi dengan menciptakan produk mobil yang dilengkapi dengan sabuk pengaman. Apalagi mengingat kendaraan roda empat yang tidak dilengkapi dengan alat ini dianggap tidak memenuhi kelayakan yang ditentukan.

Sejarah Sabuk Pengaman

Sabuk pengaman memang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan keamanan bagi para pengendara mobil. Dalam sejarahnya, alat ini muncul akibat keprihatinan terhadap banyaknya korban kecelakaan yang meninggal akibat mengalami benturan saat kecelakaan terjadi.

Ini berawal dari seorang teknisi dari Inggris yang mempunyai ide untuk membuat alat pengaman tersebut. Teknisi yang hidup di abad 19 tersebut merasa khawatir dengan banyaknya kecelakaan yang terjadi dan berujung pada kematian. Penyebabnya, biasanya karena tubuh terlempar atau mengalami benturan.

Ide tersebut kemudian dilanjutkan oleh seorang dokter dari Rumah Sakit California, Amerika Serikat. Dokter bernama Hunter Shelden tersebut menegaskan, kematian yang terjadi pada kecelakaan mobil, pada umumnya disebabkan karena pengemudi atau penumpang terlempar atau mengalami benturan

55345851_s

Pada saat mobil mengalami kecelakaan, benturan, atau pada saat berhenti mendadak, pengemudi atau penumpang mobil terlempar dari tempat duduknya, atau membentur bagian di depannya. Hal tersebut merupakan penyebab terbesar dari kematian yang dialami.

Dari kejadian-kejadian tersebut, maka munculah ide untuk menciptakan sebuah alat yang mampu membuat tubuh penumpang mobil tetap berada di tempat duduknya saat terjadi kecelakaan, atau mobil berhenti mendadak. Alat tersebut kemudian diberi nama sabuk pengaman.

Sejak ditemukannya alat berupa sabuk pengaman tersebut, maka mulai tahun 1946, Amerika menerapkan aturan pemakaian sabuk pengaman bagi pengemudi mobil. Peraturan ini juga ditetapkan pada perusahaan otomotif untuk menciptakan mobil yang dilengkapi dengan alat pengaman tersebut.

Peraturan tersebut diterapkan dengan risiko tidak dikeluarkannya izin produksi bagi perusahaan mobil yang tidak mematuhinya. Sejak saat itu, seluruh perusahaan  mobil di Amerika Serikat memproduksi mobil yang dilengkapi dengan sabuk pengaman atau biasa disebut safety belt.

Penerapan aturan pemakaian safety belt kemudian diikuti oleh seluruh negara. Dengan adanya aturan ini diharapkan kasus kematian yang disebabkan oleh benturan atau tubuh terlempar saat terjadi kecelakaan mobil bisa dikurangi.

Fungsi Sabuk Pengaman

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan sabuk pengaman? Pengertian dari safety belt adalah alat yang digunakan untuk menahan penumpang agar tidak terjatuh atau terlempar dari tempat duduknya, saat mobil mengalami kecelakaan, tabrakan, maupun pengereman mendadak.

Bentuk dari safety belt sendiri berupa sabuk yang dirancang menjadi satu dengan tempat duduk penumpang mobil. Alat ini biasanya dilengkapi dengan pengait yang bisa dibuka dan dipasang untuk memudahkan pemakaian.

Pemakaian dari alat ini adalah dengan cara mengikat penumpang yang duduk pada kursi tersebut. Bahan sabuk biasanya bersifat elastis untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang yang memakainya.

Fungsi utama dari alat ini pada dasarnya adalah untuk menahan penumpang agar tetap berada di  tempat duduknya saat terjadi kecelakaan mobil. Tetapi sebenarnya ada beberapa fungsi lain dari safety belt ini, yaitu

  • Melindungi Bagian Terpenting Dari Badan

Pada saat mobil berhenti mendadak, biasanya tubuh akan ikut terdorong ke depan. Hal tersebut sangat berisiko menyebabkan benturan bagian penting dari tubuh dengan benda yang ada di depannya. Misalnya saja kepala atau wajah, bisa membentur benda di depannya.

Sementara kepala sendiri merupakan bagian penting dari tubuh. Apabila kepala mengalami benturan yang cukup keras, bisa dipastikan akan mengganggu kerja sistem saraf. Pada akibat fatal, bisa berisiko menyebabkan kematian.

Selain melindungi kepala, alat ini juga bisa melindungi bagian depan tubuh seperti dada, dari benturan. Bagian depan tubuh juga rawan terhadap benturan. Hal ini karena di dalamnya terdapat organ penting seperti jantung. Benturan keras di bagian tersebut juga berisiko menyebabkan kematian.

  • Menahan Penumpang Agar Tetap Berada Di Tempat Duduknya

Fungsi safety belt yang utama adalah menahan tubuh penumpang agar tetap berada di tempat saat terjadi kecelakaan. Kecelakaan mobil yang terjadi, biasanya akan membuat penumpang terlempar dari tempat duduknya.

Apabila benturan pada mobil yang dialami cukup keras, atau kecelakaan cukup parah, bisa dipastikan penumpang bisa terlempar cukup jauh. Keadaan tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang tersebut.

  • Memberikan Kenyamanan

Fungsi lain dari safety belt adalah memberikan kenyamanan pada penumpang. Dengan memakai sabuk pengaman, penumpang bisa duduk dengan nyaman dan tenang

Bukan hanya dalam kondisi darurat, pada kondisi biasa pun ini akan membuat penumpang merasa aman, tanpa takut terjatuh misalnya saat mengantuk. Hal ini karena safety belt akan menahan tubuh tetap berada di tempat duduk.

Jenis-jenis Sabuk Pengaman

Sejak awal ditemukan hingga sekarang, ada berbagai macam jenis sabuk pengaman mobil. Bentuk alat tersebut terus berubah disesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya, untuk jenis mobil yang berbeda, bentuk safety beltnya juga berbeda.

Ada beberapa macam jenis sabuk pengaman yang ada. Semua jenis safety belt mempunyai fungsi yang berbeda-beda, disesuaikan dengan jenis mobil yang dipakai. Nah, untuk daftar jenisnya sendiri adalah sebagai berikut.

  • Satu Titik Pangkuan

Bentuk dari sabuk pengaman satu titik ini merupakan bentuk yang paling sederhana. Jenis ini hanya terdiri dari satu buah sabuk. Pemakaiannya juga cukup mudah, hanya dengan menyilangkan di atas pangkuan penumpang.

Jenis sabuk ini biasa dipakai pada jenis mobil-mobil tua. Sabuk satu titik ini biasanya juga digunakan pada kursi penumpang di tengah pada bagian belakang. Sabuk pengaman jenis ini biasa disebut dengan sabuk pangkuan yang juga digunakan pada kursi penumpang pesawat terbang.

  • Dua Titik

Sabuk pengaman jenis ini terdiri dari dua buah sabuk. Sistem penahannya menggunakan dua titik, yaitu pada bagian dada atau bahu dan bagian perut. Sabuk ini digunakan dengan cara menyilang atau biasa disebut sabuk diagonal.

  • Sash

Jenis sabuk pengaman ini digunakan dengan cara melintang melewati bahu. Sabuk ini bisa disesuaikan dalam penggunaannya. Kelemahannya, sabuk jenis ini mudah sekali untuk terlepas.

  • Pangkuan dan sash

Ini merupakan perpaduan antara sabuk jenis pangkuan dan sash. Sabuk ini terdiri dari dua bagian yang terpisah. Sabuk jenis ini biasanya digunakan di kursi penumpang bagian belakang.

  • Tiga titik

Sabuk pengaman jenis ini juga merupakan perpaduan antara sabuk pangkuan dan sash. Jenis sabuk ini membentuk satu jaringan yang berkesinambungan, dan menyebarkan energi dari tubuh yang bergerak saat terjadi benturan/ kecelakaan. Safety belt ini melindungi bagian dada, bahu, dan selangkangan.

Meskipun terdapat berbagai jenis, tetapi intinya semua jenis sabuk pengaman mobil mempunyai fungsi yang sama. Karena kegunaan alat ini sangat penting, maka disarankan bagi pengemudi dan penumpang mobil untuk mematuhi peraturan dengan memakai alat pengaman tersebut.

Berita Lainnya