Berita

Suzuki Carry Pick Up Andalan Konsumen Indonesia Lebih dari 40 Tahun

PUBLISHED DATE : 16 Desember 2017

98635 Fredy Teguh Sales And Marketing Director Umc Surabaya (paling Kanan), Prabowo Liegangsaputro Operational Director Umc Surabaya (kedua Paling Kanan)

Surabaya, 16 Desember 2017 – Sebagai salah satu brand otomotif terkemuka di Indonesia, Suzuki telah memiliki berbagai produk yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya yang paling dikenal adalah Suzuki Carry. Sebagai produk pertama yang diproduksi dan didistribusikan di tanah air, Suzuki Carry telah menjelma menjadi salah satu kendaraan yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Indonesia baik versi pick up maupun penumpangnya. Selama lebih dari 40 tahun Suzuki Carry telah melekat dihati masyarakat Indonesia sehingga hingga kini tetap eksis melintas dan berkontribusi dalam perekonomian masyarakat.

Berdasarkan sejarah panjang tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bekerjasama dengan seluruh main dealer di 36 kota di Indonesia mengadakan kembali acara Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Pada tahun ini, PT. SIS bekerja sama dengan United Motors Center (UMC) dan Sejahtera Buana Trada (SBT) Surabaya melakukan acara pembukaan KAWIR sebagai bentuk apresiasi konsumen yang telah mempercayakan Suzuki Carry Pick Up sebagai kendaraan niaga.

“Dengan diadakan kembali acara KAWIR ini membuktikan komitmen Suzuki dalam perkembangan industri lokal di Indonesia. Karena Suzuki Carry Pick Up tidak hanya kendaraan biasa, tetapi telah berkembang sebagai mitra usaha yang dipercaya bagi para pelaku usaha. Irit, tangguh, dan muat banyak adalah tiga hal yang selalu menjadi pertimbangan konsumen ketika membeli Suzuki Carry Pick Up. Antusiasme yang besar inilah yang menginspirasi kami untuk mengadakan kembali acara KAWIR pada tahun ini. Pada tahun ini, kegiatan KAWIR akan difokuskan dalam showroom event di 172 dealer 3S Suzuki. Semoga acara ini bisa memberikan manfaat bagi konsumen setia kami,” ujar Setiawan Surya, 4W Deputy Managing Director PT. SIS.

Dalam kegiatan KAWIR yang diadakan di Surabaya, pemilik Suzuki Carry Pick Up akan dimanjakan melalui kegiatan showroom event dengan tema yang menarik, berbagai program penjualan, dan juga paket aftersales khusus untuk pick up. Tidak hanya berbagai kegiatan yang menarik, namun konsumen juga bisa saling berbagi kiat sukses saat menggunakan Suzuki Carry Pick Up. Jadi tidak hanya mendapat keuntungan secara produk tetapi juga informasi untuk memajukan usahanya.

Di tengah persaingan penjualan mobil penumpang, tingkat permintaan mobil jenis pick up terbukti tidak pernah surut. Hal itu terbukti dari penjualan nasional selama periode Januari - Oktober 2017, Suzuki Carry Pick Up berhasil merajai pasar low pick up dengan total marketshare 44,4 %. Suzuki Carry Pick Up menempati urutan 1 dari total penjualan Suzuki dengan kontribusi sebanyak 40 %. Bahkan, selama 5 tahun terakhir marketshare Suzuki Carry Pick Up mencatat rata-rata 45 % di kategori ini.

Penjualan yang besar itu tidak bisa dilepaskan dari fitur dan keunggulan yang dimiliki Suzuki Carry Pick Up. Sebelumnya pada Januari 2017 lalu, Suzuki telah memperkenalkan Suzuki New Carry Pick Up yang dilengkapi dengan grill baru dan emblem front under guard di bawah bemper yang memperkuat kesan kokoh, irit bahan bakar dan fitur Cylinder Key di kedua pintu yang menjamin kemananan mobil. Ditambah ukuran dek yang luas (2,2 m x 1,428 m), Suzuki New Carry Pick Up yang dapat menjangkau semua wilayah yang ada di Indonesia.

Berkat keunggulan tersebut, tak heran para pelaku usaha menjadikan Suzuki New Carry Pick Up sebagai kendaraan andalan untuk mengoperasikan kegiatan usaha yang dipercaya lebih dari 40 tahun. “Kami optimis Suzuki Carry Pick Up akan terus menjadi pilihan konsumen Indonesia, apalagi ditengah gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Hal ini bisa mendorong kebutuhan kendaraan niaga yang tangguh serta irit untuk menunjang kegiatan ekonomi di daerah,” tutup Setiawan. 

Berita Lainnya