Kampas Rem Mobil Habis, Apa Tanda-Tandanya dan Kapan Harus Segera Diganti?
14 Mei 2026
Admin
Bagikan
Kampas rem merupakan salah satu komponen krusial pada mobil yang memiliki usia pakainya tersendiri. Semakin Anda sering berkendara menggunakan mobil, maka risiko kampas cepat habis akan semakin tinggi.
Saat habis atau aus, kampas memiliki bunyi khas tersendiri seperti suara berdecit. Namun, Anda wajib mengetahui tanda-tanda lain saat kinerja kampas mulai berkurang.
Tanda-tanda ini akan memberikan warning bagi Anda untuk segera menggantinya. Karena jika komponen kampas pada rem tidak segera diganti, maka akan ada risiko keselamatan dan kenyamanan bagi Anda. Simak pembahasannya lebih lengkap di bawah ini!
Ini Tanda-tanda Kampas Rem Habis
Tanda kampas rem habis adalah muncul suara decitan dan rem terasa kurang pakem saat pedal rem diinjak. Namun, banyak aspek yang menjadi penanda bahwa kampas rem mobil Anda habis yaitu sebagai berikut:
1. Muncul Bunyi Berdecit Saat Mengerem
Tanda paling umum dan mudah diidentifikasi saat kampas rem habis atau aus adalah muncul bunyi berdecit terutama saat Anda menginjak pedal rem.
Bunyi berdecit ini muncul karena adanya gesekan besi atau logam. Sehingga, kampas yang telah habis tidak mampu untuk menahan gesekan besi yang terjadi saat Anda menginjak pedal rem.
Jika sudah muncul bunyi berdecit, artinya Anda segera mengganti kampas. Karena jika tidak, maka risiko rem mobil yang blong atau rusak akan semakin tinggi dan dapat mengganggu keselamatan berkendara.
2. Sistem Pengereman Melemah
Idealnya, jika kondisi kampas pada rem dalam kondisi baik, maka sistem pengereman mobil akan lebih pakem. Namun, jika kampas sudah aus maka jarak pengereman dapat bertambah 2-5 meter pada kecepatan 40-60 km/jam.
Hal ini berarti kampas yang sudah aus sangat berpengaruh pada melemahnya kinerja sistem pengereman. Anda harus waspada karena semakin kecil jarak pengereman, maka risiko kecelakaan akan semakin tinggi.
3. Pedal Rem Terasa Lebih Berat/Dalam Saat Diinjak
Jika Anda merasa lebih berat dan harus menginjak lebih dalam saat menekan pedal rem, maka itu berarti kampas sudah habis atau rusak.
Indikator yang menandakan daya cengkeram kampas rem berkurang adalah jarak tekan pedal yang mulai bertambah 20-30% dari sebelumnya.
Tidak hanya berisiko pada keselamatan. Pedal rem yang terasa lebih berat untuk diinjak sangat berpengaruh pada kenyamanan berkendara.
4. Muncul Getaran Saat Mobil Direm
Seperti yang telah dijelaskan sedikit di atas, bahwa tanda kampas rem sudah habis adalah munculnya getaran saat mobil direm.
Hal ini terjadi karena saat kampas pada rem habis, maka permukaannya tidak lagi rata. Sehingga, kemunculan getaran berasal dari gesekan kampas yang tidak rata dengan besi piringan cakram (disc brake).
Kondisi ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena dapat membuat Anda tidak nyaman berkendara.
5. Volume Minyak Rem Berkurang
Mengenali tanda-tanda kampas pada rem sudah habis dapat Anda ketahui dari pengecekan volume minyak rem. Apabila volume minyak berkurang, maka bisa jadi kondisi kampas juga sudah menipis.
Untuk melakukan pengecekan volume minyak rem, Anda dapat memeriksanya melalui ruang mesin yang berada di dalam kap mobil.
Jika Anda menemukan volume minyak berkurang padahal tidak ada kebocoran pada sistem pengereman, maka kemungkinan besar kampas pada rem mobil sudah menipis atau habis.
6. Velg Mobil Gampang Kotor Karena Serbuk Kampas
Adapun cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui kondisi kampas rem adalah mengecek pada velg bagian dalam. Apabila Anda melihat kotoran akibat serbuk kampas, maka sudah waktunya ganti kampas baru.
Kotoran serbuk tersebut dibiarkan, tidak hanya memengaruhi sistem pengereman. Namun, dapat berpengaruh pada kebersihan bagian velg dalam yang akan berdampak pada komponen mobil lainnya.
Kapan Sebaiknya Mengganti Kampas Rem?
Memahami tanda-tanda kampas sudah habis harus beriringan dengan pemahaman informasi terkait kapan idealnya mengganti kampas. Secara umum, interval penggantiannya sangat bergantung pada gaya mengemudi Anda serta kondisi jalan yang dilewati sehari-hari.
Inilah panduan umum yang dapat Anda jadikan acuan terkait interval ideal penggantian kampas pada rem:
- Penggunaan mobil harian di jalanan kota: ganti kampas setiap 20.000-30.000 km.
- Penggunaan mobil dengan beban berat/sering melewati tanjakan atau turunan: lakukan penggantian kampas setiap 15.000-20.000 km.
- Mobil yang jarang digunakan: rutin cek kondisi kampas setiap minimal 6 bulan sekali karena karet kampas dapat mengeras saat jarang dipakai.
Risiko Bahaya Telat Mengganti Kampas Rem
Saat Anda menunda penggantian komponen kampas, maka dampaknya bisa fatal. Tidak hanya berdampak bagi keselamatan pengemudi, tetapi juga adanya potensi risiko kerusakan komponen lainnya. Berikut penjelasannya:
1. Cakram Rem Rusak
Telat dalam mengganti kampas maka akan berisiko pada komponen cakram. Kerusakan cakram terjadi karena adanya goresan logam yang tidak mampu dilindungi oleh komponen kampas.
Baca Juga : Bagaimana Menjaga Baut Motor Tetap Kencang tapi Tidak Over-Torque?
2. Pengereman Tidak Optimal
Jika kampas rem rusak, otomatis sistem pengereman mobil Anda tidak akan optimal. Mobil jadi butuh jarak lebih panjang untuk berhenti maksimal. Hal ini dapat meningkatkan risiko tabrakan.
3. Sistem ABS Rusak
Apabila mobil Anda memiliki sistem ABS (Anti-lock Braking System), maka membiarkan kampas habis akan mengganggu kinerja sensor. Selain itu, sistem hidrolik ABS menjadi tidak seimbang dan akan meningkatkan potensi kerusakan lebih parah.
4. Sistem Pengereman Overheating
Risiko berikutnya adalah sistem pengereman mobil yang mudah overheating. Kampas rem yang tipis atau habis akan meningkatkan gesekan berlebih, sehingga kenaikan suhu sistem pengereman dapat lebih esktrem. Terutama saat Anda lebih sering mengerem.
Tips Merawat Kampas Rem Agar Lebih Awet
Jadi, dapat Anda pahami bahwa kampas merupakan komponen sistem pengereman yang memiliki fungsi krusial dan wajib diganti apabila sudah menipis. Jangan menunggu sampai kampas habis total karena akan berisiko fatal.
Untuk menghindari dampak risiko yang berlebih, Anda dapat melakukan berbagai tips menjaga kampas agar tetap awet, diantaranya:
- Hindari melakukan pengereman mendadak, kecuali saat di dalam situasi darurat.
- Untuk membantu deselerasi mesin lebih optimal, selalu gunakan gigi rendah saat berkendara di jalan tanjakan atau turunan.
- Rutin cek minyak rem. Apabila warnanya keruh, maka sudah saatnya Anda menggantinya.
- Cek sistem pengereman secara berkala di bengkel (minimal setiap 10.000 km sekali). Hal ini membantu Anda mendeteksi gejala awal kampas aus atau menipis.
Jika Anda ingin memaksimalkan perawatan kampas rem di bengkel, pilihlah bengkel terbaik dan resmi. Adanya jasa profesional dan garansi kerusakan akan meminimalisir kerugian fisik maupun materiil di masa depan.
Pilih bengkel Suzuki dan booking jadwal servis Anda sekarang! Rawat setiap komponen mobil Anda dengan maksimal agar memiliki kinerja optimal. Jangan tunggu sampai rusak agar usia pakai setiap komponen mobil Anda panjang.