Tips & Trik

Penyebab Aki Tidak Bisa Menyimpan Setrum & Solusinya

PUBLISHED DATE : 12 Desember 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/127497229_s.jpg

Aki menjadi komponen penting bagi kendaraan dalam sistem kelistrikan. Fungsinya yang sangat penting membuat pemilik kendaraan harus paham akan perawatannya. 

Salah satu masalah yang sering muncul pada aki adalah kemampuannya untuk menyimpan setrum hilang. Apa penyebab aki tidak bisa menyimpan setrum? 

Anda yang bingung mengenai penyebabnya bisa simak pada artikel ini, lengkap dengan solusi yang bisa dilakukan. 

Baca Juga : Dial Indicator: Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakannya

Mengenali Penyebab Aki Tidak Bisa Menyimpan Setrum 

Peran penting aki adalah untuk menjaga ketersediaan arus listrik pada kendaraan. Apalagi pada saat mobil atau kendaraan dalam posisi mati. Pada saat mesin kendaraan yang mati hendak dinyalakan sumber listrik bertumpu pada aki. 

Arus listrik yang berasal dari aki akan digunakan memutar dinamo starter. Aki yang tidak menyimpan daya tentu tidak dapat memutar starter motor. Alhasil kendaraan pun tidak akan menyala. 

Baca Juga : Ini Fungsi Feeler Gauge dan Cara Menggunakannya

Penyebab aki tidak bisa menyimpan setrum ada beberapa hal yang sebagian besar adalah karena kesalahan penggunaan kendaraan. Aki menjadi komponen paling cepat rusak pertama ketika kendaraan jarang dirawat. 

  • Usia Aki yang Sudah Lama 

Berapa tahun aki yang digunakan pada kendaraan Anda? Aki pada motor biasanya memiliki garansi satu tahun dengan usia pakai hingga 3 tahun lebih. Bahkan ada yang bisa jauh lebih lama. 

Sedangkan aki mobil bisa bertahan rata-rata hingga 5 tahunan. Aki bahkan bisa bertahan lebih lama tergantung perawatannya. Usia pakai aki ini sudah jadi penyebab umum. 

Biasanya penurunan akan terjadi pada elemen-elemen di dalam aki. Belum lagi reaksi kimia dalam aki juga akan melemah dengan sendirinya. Apabila semua komponen pembentuk aki mulai rusak, maka daya simpannya juga berkurang. 

  • Air Aki Habis dalam Waktu Lama 

Apakah Anda menggunakan aki basah pada kendaraan? Sudah seringkah mengisi ulang air aki? Kebiasaan membiarkan air aki telat diisi bahkan sampai kering dan didiamkan dalam waktu lama jadi pemicu kerusakan. 

Air aki bukanlah jenis air biasa melainkan jenis air yang mengandung elektrolit untuk membantu proses penyimpanan muatan listrik. Berkat air inilah maka aki dapat menyimpan daya dengan baik. 

Namun jika jumlah air kurang bahkan kering, bisa menjadi penyebab aki tidak bisa menyimpan setrum. Akibatnya pelepasan dan penyimpanan daya listrik akan terganggu dan setrum pun tidak tersimpan. 

Aki yang sudah sama sekali tidak dapat menyimpan setrum sudah tidak bisa digunakan lagi. Anda pun harus mengganti yang baru. 

  • Mengisi Aki dengan Air Biasa

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa peranan air aki ini penting dan jenisnya bukanlah air biasa. Ada beberapa jenis air aki yang digunakan sesuai dengan jenis aki yang dipasang. 

Ada air aki zuur dengan warna merah yang hanya dimasukkan pertama kali saja. Kemudian untuk aki yang diisi secara berulang adalah air aki demineral. Artinya air tersebut tidak memiliki kandungan mineral. 

Kesalahan sering terjadi pada pengisian air aki yang berulang, di mana pemilik kendaraan mengisinya dengan air keran. Padahal kandungan mineral dalam air ini yang akan merusak aki. 

Kerak berwarna hitam akan muncul pada aki dan tidak dapat dihilangkan. Residu ini adalah mineral dalam air. Sekali salah mengisi maka kerusakan akan terjadi berkelanjutan meskipun telah mengganti air aki yang benar. 

  • Kerusakan pada Dinamo Ampere

Penyebab aki tidak bisa menyimpan setrum yang terakhir adalah kerusakan dinamo ampere karena overcharge. Kerusakan komponen ini akan membuat air aki yang diisi lebih cepat menguap. 

Otomatis kerusakan beberapa elemen aki lainnya juga akan terjadi secara berkesinambungan. Aki pun tidak dapat menyimpan setrum kembali dan kerusakan mungkin membuat Anda harus menggantinya. 

116332889_s

Solusi Aki Tidak Bisa Menyimpan Setrum

Semua penyebab aki tidak bisa menyimpan setrum sudah Anda ketahui, kini saatnya untuk mencari tahu solusi apa yang bisa dilakukan. Apakah Anda harus mengganti aki yang baru atau ada trik lain yang bisa dilakukan. 

Secara umum ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencoba memperbaiki aki. Berikut langkahnya. 

  • Melepaskan Hubungan Arus Aki

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan semua hubungan arus aki. Penting sekali untuk melepaskannya agar Anda bisa leluasa memperbaiki tanpa harus merusak rangkaian arusnya. 

Caranya cukup dengan melepaskan dua kabel dari positif ke negatif yang tersambung. Berhati-hatilah melakukannya agar tidak terjadi arus pendek. Jika terjadi arus pendek maka akan banyak kabel yang harus diganti. 

Apabila semua sambungan sudah terlepas, keluarkan aki dari tempatnya. Kini Anda bisa mengecek secara menyeluruh. 

  • Membuka Penutup Aki 

Selanjutnya adalah membuka penutup aki dan juga penutup karetnya. Anda bisa membukanya dengan memotong tepi strip atau segel agar sedikit longgar dan hampir bisa dilepas. 

Kemudian congkel tutup sehingga terbuka secara menyeluruh. Kemudian lepaskan tutup dari masing-masing sel. Proses selanjutnya, Anda bisa mengeluarkan air aki yang lama. 

Cara mengeluarkannya harus dengan pipet atau jarum suntik. Hati-hati mengeluarkannya sampai hanya tersisa 30 hingga 40% air saja. Simpan air aki di wadah kaca karena bisa berbahaya untuk kulit. 

Pastikan juga Anda membuang air aki di tempat yang aman. Tingkat keasaman baterai bisa menimbulkan korosif. 

  • Mengisi Ulang Air Aki 

Proses selanjutnya adalah dengan mengisi air aki kembali, hanya saja Anda perlu menggunakan aki zuur bukan air aki yang biasa untuk isi ulang. Belilah aki zuur terlebih dahulu dan pastikan produknya tepat. 

Cara mengisi air aki juga bisa menggunakan pipet atau suntikan dan pastikan masuk ke lubang sel. Pengisian jumlahnya harus tepat sesuai dengan batas yang muncul berwarna putih pada masing-masing sel. 

Jika jumlahnya berlebihan justru akan merusak komponen aki lainnya mengingat aki zuur sangatlah keras.

  • Tutup Aki dan Pasang Kembali

Apabila air aki sudah diisi kembali, Anda bisa menutup kembali setiap sel. Kemudian tutup aki secara keseluruhan dan pastikan karet penutupnya sempurna. Jangan sampai ada air aki yang keluar. 

Baru setelah itu pasang kembali aki di tempat semula dan sambungkan kabel negatif dan positif yang tadi telah dilepaskan. Pastikan juga untuk tetap berhati-hati melakukannya. 

  • Menyalakan Mesin

Usai memasang aki, Anda bisa menghidupkan mesin kendaraan. Pastikan saja bahwa stasioner RPM mesin tidak ada di bawah 600 RPM. Apabila di bawah angka tersebut artinya pengisian daya belum optimal. 

Jika RPM sudah di atas 600 artinya aki sudah bisa menyimpan setrum dan Anda berhasil memperbaikinya. 

Apabila yang terjadi adalah sebaliknya, mobil sama sekali tidak menyala atau RPM masih di bawah 600 Anda harus segera membawanya ke bengkel resmi Suzuki. Nantinya aki akan mendapat penanganan lebih lanjut dari teknisi Suzuki. 

 

Berita Lainnya