Tips & Trik

Hati-Hati, Cairan Anti Bocor Justru Bisa Membuat Ban Bocor

PUBLISHED DATE : 24 April 2018

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/Hati-hati,_Cairan_Anti_Bocor_Justru_Bisa_Membuat_Ban_Bocor1.jpg

Belakangan ini banyak pengguna ban tubeless yang menyuntikan cairan atau gel anti-bocor dalam ban mereka. Sesuai dengan namanya, cairan anti-bocor bertugas untuk menambas secara otomatis saat ban terusuk paku atau beda tajam lainnya.

Cara kerjanya, saat ban mengalami kebocoran karena tusukan benda tajam, secara otomatis cairan anti-bocor ini akan meresap dalam lubang tersebut dan mengeras. Dengan cara ini, Anda bisa tetap berkendara dengan nyaman, tanpa khawatir terganggu dengan ban yang bocor.

Benarkah fungsinya sebagus itu?

Baca Juga : Agar Tetap Nyaman, Selalu Ingat Jadwal Spooring dan Balancing Roda Mobil Anda

Ternyata tidak. Menurut Surya, petugas tambal ban tubeless di SPBU Pertamina Depok, Jawa Barat, secara kerja memang cairan anti-bocor ini bisa membantu untuk melakukan penambalan secara otomatis. Tapi itu hanya sementara, terlebih untuk cairan anti-bocor berkualitas rendah.

Saat ban tubeless tertusuk paku atau benda tajam lainnya, cairan anti-bocor terkadang meninggalkan lubang kecil yang membuat ban kempis secara perlahan. Solusinya, tetap harus dilakukan penambalan.

Selain itu, untuk lubang ban yang cukup besar, atau kualitas kekentalan cairan anti-bocor yang buruk, terkadang cairan akan merembes ke luar ban hingga menyebabkan ban dan garasi jadi kotor. Untuk masalah ini, tetap solusinya adalah melakukan penambalan.

Baca Juga : Perbedaan Petal Disc Brake dengan Rem Cakram Biasa

Lebih lanjut lagi, Surya menjelaskan jika cairan anti-bocor justru berpotensi merusak pentil ban. Alih-alih ban tetap sehat tanpa bocor, justru ban malah kempis secara perlahan akibat udara yang keluar dari sela-sela pentil tersebut.

Cairan anti-bocor berpotensi menyumbat pentil ban sehingga akan menyulitkan saat proses tambah angin. Jika sudah begini, mau tidak mau Anda harus membeli pentil baru. Selain itu, cairan anti-bocor tidak disarankan karena bisa menyebabkan korosi pada velg.

Selain itu, adanya cairan asing yang mengisi bagian dalam ban, berpotensi mengganggu keseimbangan laju kendaraan, meskipun dampaknya sangat kecil. Makanya, Jimmy menyarankan agar Anda tidak menggunakan cairan anti-bocor lagi.

Baca Juga : Sistem Pengisian Mobil: Fungsi, Cara Kerja, dan Komponennya

Bagaimana dengan Anda. Apakah tetap ingin menggunakan cairan anti-bocor? Sebaiknya tidak ya!

Halaman 1 Tampilkan Semua

Berita Lainnya