Tips & Trik

Harus Rajin, Ini Penyebab Oli Motor Cepat Habis

PUBLISHED DATE : 24 Februari 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/Next2_(3).jpg

Dalam penggunaannya, ada berbagai penyebab oli motor cepat habis yang bisa berakibat fatal pada mesin kendaraan, sehingga dapat mengganggu perjalanan . 

Oli merupakan bagian penting dari motor yang menjaga mesin kendaraan, dan akan berbahaya jika cepat habis. Dalam hal ini, ada berbagai penyebab oli motor cepat habis yang bisa berakibat fatal pada mesin kendaraan, sehingga dapat mengganggu perjalanan.

Setiap penyebab oli motor menjadi cepat habis mempunyai solusi masing-masing agar keadaan bisa kembali membaik.

Baca Juga : Mau modifikasi? Ini 2 jenis Shockbreaker Motor Depan Belakang

Berikut adalah ulasan lengkap terkait apa saja penyebab oli motor cepat habis beserta solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut agar tidak merusak mesin.

 

Next2__2_

Baca Juga : Lampu Hazard untuk Sepeda Motor, Pentingkah?

 

Penyebab Oli Motor Cepat Habis

Terjadi Kebocoran Pada Seal Oli

Hal pertama yang yang bisa menyebabkan oli motor menjadi cepat habis adalah terjadinya kebocoran pada seal. Kebocoran tersebut dapat dipengaruhi oleh usia seal oli yang sudah lama, sehingga bisa mengalami pengeroposan atau sudah tidak rapat lagi.

Baca Juga : Mengenal Faktor Mesin Sepeda Motor Over Heat

Seal oli juga bisa mengalami kebocoran karena pengisian cairannya melebihi kapasitas. Oli yang berlebih tersebut akan menyebar ke ruang karburator dan bagian filter udara. Cairan oli yang masuk ke daerah karburator akan terbakar, sehingga knalpot akan menghasilkan asap berwarna putih.

Solusi yang tepat untuk mengatasi kebocoran pada seal oli tersebut adalah melakukan pemeriksaan sebelum pemasangan.

Pastikan pemasangan seal oli dilakukan dengan benar supaya bisa pas dan mempunyai daya cengkram kuat guna menghindari kebocoran.

Pastikan seal oli yang akan dipasang tidak dalam kondisi penyok supaya diameternya tidak berubah.

Selanjutnya, tuangkan oli dengan takaran yang sudah ditentukan agar sesuai dengan kapasitas seal, sehingga tidak membuat cairan merembes ke bagian mesin lainnya.

Motor Digunakan Dengan Tidak Normal

Penggunaan motor secara tidak normal merupakan faktor berikutnya yang menyebabkan cairan oli menjadi cepat habis. Motor yang sering dikendarai secara ugal-ugalan akan membuat cairan olinya cepat habis, sehingga menimbulkan masalah pada mesin.

Mengendarai sepeda motor dengan gas penuh juga akan membuat oli motor cepat berkurang, akibat adanya pergerakan throttle tanpa aturan. Motor yang dikendarai secara kasar akan membuat mesinnya cepat panas, sehingga berakibat pada oli mesin menjadi cepat menguap.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebocoran oli akibat hal ini adalah lebih berhati-hati dalam mengendarai motor. Anda bisa berkendara secara lebih beraturan dengan cara tidak menggunakan gas secara penuh dan mengetahui kapan harus memacu motor secara cepat atau pelan.

Pemilik motor bisa menghindari penyebab oli cepat habis yang satu ini sekaligus untuk menjaga performa mesin agar tetap bisa bekerja secara stabil. Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga oli motor tidak cepat habis saat berkendara adalah memperhatikan waktu stop go.

Terjadi Penguapan Pada Oli Mesin

Penyebab oli motor cepat habis yang berikutnya adalah terjadinya penguapan cairan pada mesin. Oli mesin menjadi cepat menguap akibat terkena panas pada saat motor sedang digunakan. Mesin yang panas pada saat motor dikendarai di tengah kemacetan juga cepat habis karena terkena panas.

Mesin yang semakin panas akan mempercepat proses penguapan oli motor, sehingga cairan menjadi cepat habis. Apabila hal tersebut tidak disadari oleh pengendara, maka dampak dari habisnya cairan oli motor tersebut akan berakibat fatal pada mesin karena kekurangan pelumas.

Langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir resiko terjadinya penguapan pada oli motor tersebut adalah menggunakan throttle mesin secara beraturan. Di samping itu, pengendara juga harus berhati-hati saat mengendalikan gas motor ketika berkendara.

Oli Mesin Jarang Diganti

Volume oli pada kendaraan bermotor akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu dan sebagai akibat dari pemakaian. Cairan oli akan berkurang karena penguapan dan sebagai dampak dari kinerjanya dalam melumasi mesin motor saat sedang digunakan.

Oli yang sudah berkurang tersebut sebaiknya cepat dilakukan penggantian agar tidak sampai habis dan merusak kinerja mesin. Cairan oli yang sudah habis dan tidak langsung diganti akan merusak elemen inti di dalam mesin, sehingga kinerja kendaraan bermotor tersebut akan berkurang.

Penggantian oli mesin pada kendaraan bermotor sebenarnya memiliki ketentuan tersendiri yang harus dipahami oleh pengendara. Oli mesin harus diganti saat motor sudah mencapai jarak tempuh sekitar 2000 hingga 3000 kilometer.

Oli yang tidak segera diganti ketika sudah menunjukkan tanda-tanda penguapan akan berpengaruh pada hasil proses emisi motor.

Akibat dari oli yang tidak segera diganti tersebut adalah knalpot akan mengeluarkan asap pembakaran yang berwarna hitam pekat dengan bau seperti terbakar.

Piston dan Ring Piston dalam Kondisi Kotor atau Aus

Kondisi piston dan ring yang dalam keadaan kotor atau aus juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan oli menjadi cepat habis. Piston dan ring tersebut akan berubah menjadi kotor atau mengalami keausan apabila aliran oli ke dalam mesin tidak dalam ukuran yang cukup.

Ring piston yang kotor atau mengalami keausan akan menyebabkan kerapatan komponen tersebut menjadi berkurang. Hal tersebut akan menyebabkan masuknya campuran bahan udara ke ruang oli, sehingga oli akan semakin cepat mengalami penguapan dan habis.

Solusi pencegahan pertama agar piston dan ring tidak cepat kotor atau aus adalah rajin melakukan perawatan.

Pemilik motor bisa rajin pergi ke bengkel resmi untuk melakukan pengecekan pada mesin, terutama untuk komponen yang berkait dengan oli dan sistem pendinginan atau air radiator.

Penggantian oli secara rutin juga perlu dilakukan untuk membuang cairan yang sudah kotor akibat adanya campuran dari bahan bakar udara. Ring piston yang berada dalam keadaan prima juga akan mencegah keluarnya asap dari knalpot, sehingga oli tidak cepat terbakar.

Oli Tidak Sesuai Dengan Spesifikasi Mesin

Hal terakhir yang bisa menjadi penyebab oli motor cepat habis adalah cairan pelumas tersebut tidak sesuai  dengan spesifikasi mesin.

Spesifikasi yang harus diperhatikan dari oli mesin tersebut salah satunya adalah tingkat kekentalan dari cairan harus sesuai dengan rekomendasi pabrik.

Kekentalan oli mesin tersebut harus sesuai dengan yang direkomendasikan agar kondisi motor tidak terlalu berat maupun ringan. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi kondisi motor saat dikendarai, sehingga pemilik bisa berisiko kesulitan dalam mengendalikan kendaraan.

Pemilik motor bisa melihat buku panduan service yang biasanya disertakan dalam kendaraan agar bisa mengetahui spesifikasi jenis oli dengan benar.

Hal tersebut bisa membantu pengendara memastikan jenis oli apa yang tepat untuk motor agar bawaan kendaraan tidak terlalu ringan atau berat.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengetahui oli yang sesuai dengan spesifikasi motor adalah bertanya kepada pihak montir sebelum melakukan penggantian.

Pemilik kendaraan bisa berkonsultasi terkait jenis oli yang tepat agar cairan bisa melumasi mesin dengan baik dan tidak cepat habis.

Sudah paham bukan terkait apa saja hal yang menyebabkan oli motor cepat habis? Memperhatikan setiap komponen dalam mesin motor, termasuk oli merupakan hal yang penting.

Mengganti oli secara rutin pun perlu dilakukan untuk menjaga kondisi mesin motor tetap prima.

Berita Lainnya