Tips & Trik

Efek Jalan Licin pada Kaki-Kaki Mobil yang Jarang Disadari

21 Februari 2026

account iconAdmin

Cropped Image1771991029872

Bagikan

Musim hujan dapat menyebabkan jalanan menjadi licin. Tidak hanya hujan, kondisi adanya  pasir halus dan lumpur juga bisa menyebabkan jalan licin. 

Jika Anda berkendara dalam kondisi jalanan demikian maka harus hati-hati karena bisa menyebabkan kaki-kaki mobil terpengaruh. Bahkan efek tersebut tanpa Anda sadari. Apa saja efek jalan licin terhadap kaki mobil? Berikut informasinya untuk Anda. 

Dampak Jalanan Licin pada Kaki Mobil 

Munculnya masalah pada kaki mobil ketika berkendara di jalanan licin bisa dipengaruhi beberapa kondisi. Berikut adalah penjelasan lebih detailnya. 

1. Muncul Bunyi dari Bawah Mobil 

Dampak pertama jalanan licin terhadap kaki mobil adalah munculnya bunyi seperti gluduk, ngik-ngik, atau krek-krek. Bunyi akan semakin terdengar jelas ketika jalan licin. 

Alasannya karena saat jalan kering, gesekan yang terjadi antara aspal dan ban lebih solid. Dengan demikian getaran yang berasal dari kaki mobil tidak terasa. 

Sementara saat jalanan licin, getaran maupun goyangan kecil yang berasal dari kaki mobil bisa terasa dan bahkan memperparah suara. 

Ada beberapa penyebab mengapa muncul bunyi pada kaki mobil saat berkendara di jalanan licin, beberapa di antaranya adalah:

  • Kurangnya pelumasan: Air hujan mampu membilas pelumasan di bagian kaki mobil. Terutama di joint, bushing, dan ball joint. Saat pelumasan hilang, gesekan yang terjadi antara komponen logam akan menyebabkan bunyi. 
  • Karet pada kaki mobil yang mengalami keausan: Karet sendiri memang mudah rusak saat terpapar kotoran dan air. Kondisi hujan menyebabkan air dan lumpur bercampur sehingga menyebabkan kerusakan. 
  • Link stabilizer atau bearing yang bermasalah: Saat kedua komponen tersebut aus dan terpapar air maka bisa menimbulkan bunyi. 
  • Rem sedang basah: Kadang suara gesekan bisa muncul dari sistem rem yang sedang basah. 

2. Risiko Terjadinya Aquaplaning 

Dampak kedua dari berkendara di jalanan licin terhadap kaki mobil adalah aquaplaning. Pada kondisi ini, mobil akan sulit dikendalikan karena seolah daya cengkramnya hilang. 

Umumnya aquaplaning disebabkan genangan air yang amat besar. Mobil pun berisiko berpindah ke jalur yang lain, menyebabkan kerusakan pada kendaraan, dan membahayakan pengemudi. 

3. Ban Mobil Mengalami Selip 

Kondisi ban selip bisa terjadi karena alur dari telapak ban kehilangan kemampuan dalam membuang air di permukaan jalanan yang licin atau basah. 

Akhirnya daya cengkeram dan traksi ban pun hilang. Kondisi tersebut menyebabkan mobil Anda susah untuk dikendalikan dan berisiko tergelincir. 

Ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan ban selip, beberapa di antaranya adalah:

  • Melaju dengan kecepatan tinggi: Makin tinggi kecepatan, makin besar pula risiko daya cengkram ban hilang. Sehingga makin sulit dikontrol. 
  • Tekanan angin tidak sesuai: Tekanan ban yang rendah atau terlalu tinggi bisa mengurangi daya cengkram di jalanan licin. 
  • Keausan pada ban: Alur telapak ban yang tipis maupun botak tidak bisa membuang air dengan maksimal. Akhirnya risiko ban selip pun meningkat. 

4. Dampak pada Suspensi 

Saat berkendara di jalanan licin, suspensi harus lebih sering meredam koreksi mendadak. Misalnya rem dan setir. 

Bushing karet pun menjadi lebih cepat aus karena sering menerima beban kejut saat ban kehilangan traksi lalu mencengkram lagi. 

Shockbreaker yang sudah lemah akan terasa lebih limbung di jalanan yang licin. 

5. Dampak pada Sistem Kemudi 

Berkendara di jalanan licin dapat memengaruhi tie rod dan ball joint. Saat ban mengalami selip, kemudi sering dikoreksi secara cepat. 

Tie rod dan ball joint akan menerima beban puntir yang lebih besar. Nah jika sudah terjadi keausan, setir bisa terasa tidak presisi atau mengambang. 

6. Dampak pada Rem 

Ketika jarak pengereman lebih panjang, pengemudi akan cenderung mengerem lebih sering dan lebih keras. Kampas dan cakram pun bekerja secara ekstra. Mobil dengan ABS akan lebih sering aktif. Memang aman, tapi menandakan sistem bekerja berat. 

7. Kaki Mobil Rawan Berkarat 

Air hujan dan lumpur bisa menempel di komponen kaki mobil seperti baut, joint, arm suspension, dan dudukan shock. Apabila Anda jarang membersihkannya maka korosi bisa memperpendek usia dari komponen. 

8. Alignment & Stabilitas 

Di jalanan yang licin, toe dan camber yang sudah tidak ideal makin terasa efeknya. Mobil akan mudah narik ke satu sisi dan stabilitas menurun saat kecepatan menengah. 

Tips Berkendara Aman di Jalanan yang Licin 

Agar keselamatan Anda tetap terjamin dan kaki mobil tetap dalam kondisi baik, Anda bisa mengikuti beberapa tips berkendara di jalan licin berikut:

1. Memastikan Kondisi Ban Mobil 

Langkah pertama untuk mempersiapkan diri berkendara di jalan licin adalah memastikan bahwa ban mobil sedang tidak gundul. Ban yang sudah mengalami keausan tidak mempunyai alur tebal sehingga daya cengkramnya tidak kuat. 

Ban gundul juga amat berbahaya jika Anda gunakan bermanuver. Ini karena ban tidak memiliki daya cengkram yang maksimal. Ban pun tidak bisa berbelok secara sempurna. 

2. Memastikan Tekanan Angin Sesuai Standar 

Selain kondisi aus tidaknya ban, Anda juga harus memastikan bahwa tekanan angin sudah tepat. Umumnya pabrikan memiliki standar tersendiri untuk pengisian tekanan angin ban pada mobil tertentu.

3. Mengontrol Kecepatan 

Ketika Anda berkendara di jalan licin, maka sesuaikan laju kendaraan. Sebisa mungkin Anda memacu kendaraan dalam kecepatan rendah. Tindakan tersebut bisa mencegah terjadinya aquaplaning. 

4. Menghindari Air yang Tergenang 

Biasanya saat musim hujan, ada saja jalanan yang tergenang oleh air. Maka dari itu sebisa mungkin Anda harus menghindarinya. Jika harus melewati, maka kontrol kecepatan Anda agar terhindar dari aquaplaning maupun tergelincir. 

5. Hindari Menggunakan Cruise Control 

Fitur canggih dari mobil keluaran terbaru ini memungkinkan Anda untuk berakselerasi tanpa melakukan setting laju pedal gas. Memang canggih, tetapi fitur tersebut tidak cocok untuk jalanan macet dan licin. Bisa-bisa terjadi tabrakan. 

6. Menjaga Jarak Antar Kendaraan 

Pastikan selalu menjaga jarak Anda dengan kendaraan lain. Tindakan tersebut akan menghindari terjadinya tabrakan karena pengereman mendadak. 

Apalagi jika jalanan sedang licin. Anda bisa menjaga jarak antara 35 hingga 40 meter untuk kecepatan 40 kpj. 

7. Menyalakan Lampu Utama 

Visibilitas Anda akan meningkat ketika menyalakan lampu utama di jalan yang licin. Hindari menyalakan lampu hazard saat hujan. 

Baca Juga : Apa Itu Blind Spot? dan Bagaimana Cara Menguranginya?

Ini karena fungsi lampu hazard tidak diperuntukkan sebagai penerangan melainkan tanda bahaya. Sehingga jika Anda menyalakan lampu hazard bisa menyebabkan pengendara lain mengalami kebingungan karena lampu sein tertutup lampu hazard. 

8. Menguasai Setir dengan Maksimal 

Tips terakhir, Anda perlu menguasai setir mobil dengan baik. Ini karena arah mobil kadang susah untuk dikontrol karena jalanan licin. Apabila merasa ban mobil mengalami selip, maka Anda sebagai pengendara harus menguasai setir agar tetap berada di posisi lurus ke depan. 

Anda tetap bisa berkendara dengan aman di jalanan licin tanpa mengorbankan keselamatan Anda dan kondisi kaki-kaki mobil. 

Pastikan juga sebelum berkendara di jalanan licin kondisi tubuh Anda sedang baik  Alasannya berkendara di jalan licin membutuhkan konsentrasi yang sangat penuh karena Anda harus sangat berhati-hati. 

Namun bukan berarti berkendara di jalanan biasa membuat Anda boleh hilang konsentrasi. Setiap berkendara membutuhkan konsentrasi penuh untuk menjamin keselamatan Anda dan pengguna jalan lain. 

Pastikan juga kendaraan Anda selalu dalam kondisi yang maksimal dan baik. Lakukan pemeriksaan secara rutin di bengkel resmi Suzuki. Kunjungi laman suzuki.co.id untuk informasi lebih lanjut dan melakukan reservasi jadwal servis mobil.

 

 

Sumber Gambar:

kzww - https://www.shutterstock.com/id/image-photo/car-driving-on-wet-road-water-2613674119

Pricelist Icon Price List Dealer Halo Suzuki Icon Test Drive/Ride
Chat