Cara Mengecek Ban Mobil Kedaluwarsa dan Risiko Tetap Menggunakannya
23 Januari 2026
Admin
Bagikan
Tahukah Anda bahwa ban mobil mempunyai masa pakai alias tanggal kedaluwarsa? Ya betul, ban mobil memiliki masa kedaluwarsa. Penggunaan ban mobil yang sudah kedaluwarsa tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan pengalaman berkendara menjadi tidak maksimal.
Bagaimana cara melakukan pengecekan bahwa suatu mobil sudah kedaluwarsa atau belum? Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan informasinya. Silakan disimak.
Mengetahui Ban Mobil Sudah Kedaluwarsa atau Belum
Umumnya ban mobil mempunyai masa pakai sekitar 5-6 tahun. Ini bergantung cara pemakaian dan juga kondisi penyimpanannya.
Ban bisa mengalami penurunan kualitas bahkan ketika belum dipakai. Biasanya karena lingkungan dan usia.
Untuk mengetahui usia ban mobil Anda dapat mengetahuinya dari kode produksi yang dicantumkan oleh pabrikan. Berikut cara ceknya.
1. Memeriksa Kode DOT
Kode Department of Transportation atau DOT termasuk dalam kode produksi. Setiap ban memilikinya. Biasanya terletak di dinding ban.
Kode DOT terdiri dari huruf dan angka. Untuk bagian terpentingnya ada di empat digit terakhir.
Bagian dua digit pertama adalah minggu pembuatan. Kemudian dua digit terakhir merupakan tahun.
Misalnya: Kode DOT 2026 maka ban tersebut diproduksi pada minggu ke-20 tahun 2026.
2. Pengecekan Melalui Rekomendasi
Ada beberapa brand ban yang sudah memberikan informasi tanggal kedaluwarsa secara langsung di produknya. Apabila tersedia, maka informasi tersebut akan memudahkan Anda untuk mengetahui lebih jelas kapan ban harus diganti.
3. Melihat Kondisi Ban Mobil secara Visual
Anda bisa mengetahui kondisi ban dengan pemeriksaan secara visual. Walaupun ban masih berusia muda, biasanya pemakaian yang kurang bijak bisa menyebabkannya cepat mengalami kerusakan.
Anda perlu memeriksa apakah kondisi ban mengalami benjolan, retak, ban keras, telapak ban halus, atau deformasi. Apabila ada, maka ban harus diganti sesegera mungkin. Walaupun usianya belum 5 tahun.
4. Memperhatikan Kinerja Ban Mobil
Cara lain untuk mengetahui apakah ban mobil sudah kedaluwarsa adalah dengan memperhatikan kinerjanya.
Apabila ada getaran yang terlalu berlebihan pada kemudi, mobil kurang stabil saat Anda sedang menikung, atau ada suara dengungan maka ada kemungkinan bahwa ban mobil sudah aus.
Ban mobil yang sudah tua juga kurang responsif ketika Anda melakukan pengereman. Apalagi di jalanan yang basah.
Apabila jarak Anda dalam melakukan pengereman makin panjang atau mobil tergelincir, maka segera cek kondisi ban mobil.
5. Berkonsultasi Langsung ke Bengkel
Apabila Anda ragu dengan pengamatan sendiri, Anda bisa membawa mobil Anda ke bengkel resmi Suzuki. Di sana teknisi akan memeriksa kondisi ban mobil Anda secara detail. Agar memastikan bahwa kondisinya baik atau perlu dilakukan penggantian.
Bahaya Memakai Ban Mobil Kedaluwarsa
Ban mobil yang sudah kedaluwarsa harus segera diganti. Mengapa? Karena dapat menyebabkan beberapa hal berikut:
1. Memengaruhi Kenyamanan
Ban mobil yang kedaluwarsa biasanya kondisi karetnya keras. Karena keras, maka ban mobil akan tidak nyaman untuk dipakai. Alasannya karena akan menambah keras adanya bantingan dan berisik.
Biasanya karet ban mengeras karena paparan suhu panas yang berasal dari aspal, rem, hingga mesin.
2. Berkurangnya Daya Cengkeram
Dampak lain dari menggunakan ban mobil kedaluwarsa adalah berkurangnya daya cengkeram. Elastisitas ban mobil sudah berkurang. Itulah yang menyebabkan daya cengkerem ban pada aspal jadi berkurang.
3. Ban Berisiko Meletus
Ban mobil yang sudah berumur bisa berisiko meletus. Apalagi jika Anda berkendara dalam kecepatan yang tinggi atau ketika sedang membawa beban yang berat.
Kompon ban mobil yang tidak elastis akan kehilangan kemampuan untuk menahan tekanan. Akhirnya risiko ban pecah menjadi besar.
4. Mengurangi Traksi
Bagian tapak ban mobil yang sudah mengalami keausan dapat mengurangi traksi. Mobil pun menjadi sulit untuk dikendalikan.
Terutama ketika Anda berada di jalanan yang basah atau menikung secara tajam. Tentunya akan membahayakan.
Tidak hanya untuk Anda sebagai pengendara tetapi juga pengguna jalan di sekitar Anda.
5. Efektivitas Tread Wear Indicator (TWI) Berkurang
Umumnya ban mobil masa kini sudah memiliki fitur Tread Wear Indicator (TWI) atau indikator keausan. Fitur tersebut akan membantu pengemudi untuk tahu kapan ban mobil perlu diganti.
Namun ketika ban mobil sudah terlalu tua, fitur indikator tersebut tidak bisa berfungsi secara maksimal. Alasannya karena kembang ban sudah keras dan fleksibilitasnya hilang. Pengemudi pun menjadi sulit ketika ingin mendeteksi kondisi ban mobil.
6. Lebih Boros Bahan Bakar
Apabila ban mobil sudah kedaluwarsa, biasanya tekanannya akan berubah-ubah. Akibatnya mesin mobil akan bekerja lebih keras. Konsumsi bahan bakar pun meningkat dan menjadi boros.
7. Berisiko Mengalami Aquaplaning
Urat karet yang mengering pada ban mobil bisa mengakibatkan tapak ban tidak bisa bekerja secara maksimal untuk melakukan pembuangan air.
Pada akhirnya, mobil seolah mengapung apabila berada di genangan air. Kemudian Anda juga bisa kehilangan kontrol dalam hitungan detik.
8. Ban Mobil Mengalami Benjolan
Karet ban mobil yang mengeras akibat kedaluwarsa bisa menyebabkan ban mobil mengalami benjol. Apalagi saat mobil Anda mengalami benturan keras. Misalnya karena berkendara di jalan berlubang dengan kecepatan tinggi.
Ban mobil yang mengalami benjolan akan mengakibatkan mobil bergetar dan muncul suara berisik.
9. Struktur Ban Menjadi Lebih Rapuh
Maksud dari struktur ban yang rapuh adalah keras dan retak. Kondisi tersebut terjadi karena adanya proses oksidasi.
Struktur ban mobil pun mudah mengalami keretakan di area dalam walaupun halus. Bahkan ban mobil bisa pecah saat terdapat tekanan tinggi maupun benturan keras.
Merawat Ban Mobil Agar Awet
Walaupun ban mobil bisa kedaluwarsa dan harus diganti, Anda juga perlu melakukan perawatan apabila sudah menggantinya. Caranya dengan:
Baca Juga : Jenis-jenis Freon AC Mobil dan Penggunaannya
1. Melakukan Balancing dan Spooring
Perawatan ban mobil ini bisa Anda lakukan setiap 20.000 kilometer sekali. Namun jika Anda sering memakai mobil di jalanan yang rusak, maka bisa melakukannya tiap 10.000 kilometer.
Spooring sendiri merupakan proses untuk menyesuaikan sudut roda mobil agar sesuai dengan spesifikasi. Sedangkan balancing lebih kepada mengatur dan memastikan roda dan ban mobil sudah mempunyai distribusi berat merata.
2. Perhatikan Tekanan Angin
Ban mobil dengan tekanan angin yang kurang dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Begitu pula sebaliknya. Ban mobil bisa lebih mudah mengalami keausan.
Dengan demikian penting untuk terus memperhatikan tekanan ban. Pastikan sesuai dengan pabrikan.
3. Melakukan Rotasi Ban Mobil
Perawatan selanjutnya dengan melakukan rotasi ban mobil setiap 10.000 km. Rotasi ini harus disesuaikan berdasarkan jenis ban mobil yang Anda gunakan.
Rotasi ban dilakukan agar keausan ban mobil bisa terjadi bersamaan atau bisa dikatakan sama rata.
4. Jangan Membawa Beban Berat
Beban yang berat dapat menyebabkan daya cengkeram ban mobil mengalami penurunan. Ini karena ban mobil sudah diformulasikan khusus untuk membawa beban dengan berat tertentu sesuai spesifikasi.
5. Sebisa Mungkin Tidak Lewat Jalan Rusak
Biasanya jalan yang rusak wujudnya retak, berlubang, atau permukaan jalan tidak rata. Mengemudi mobil pada jalanan rusak akan menyebabkan ban mobil Anda mengalami kerusakan dan benturan.
Ban mobil memang memiliki masa kedaluwarsa. Maka dari itu penting untuk mengetahui kapan ban mobil perlu diganti. Perhatikan tanda-tandanya dan segera ganti jika memang sudah kedaluwarsa. Untuk informasi seputar otomotif lainnya, Anda bisa kunjungi website resmi Suzuki.
Sumber gambar:
Maksimenko Taras - https://www.shutterstock.com/image-photo/heavily-worn-car-tires-old-on-2670694247?trackingId=e6d2eef4-df08-4128-9f8c-d223a6252a48&listId=searchResults