Apa Itu Platina Mobil? Ketahui Ini Fungsi & Cara Kerjanya
15 Januari 2026
Admin
Bagikan
Platina mobil merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pengapian konvensional yang masih digunakan pada sejumlah kendaraan, terutama mobil keluaran lama.
Meski teknologi otomotif telah berkembang ke sistem pengapian elektronik, pemahaman mengenai platina mobil tetap relevan untuk membantu Anda memahami prinsip dasar kerja mesin dan sistem pengapian kendaraan.
Dengan mengetahui apa itu platina mobil, fungsi, cara kerja, hingga pentingnya perawatannya, Anda dapat lebih bijak dalam menjaga performa kendaraan. Pengetahuan ini juga membantu mendeteksi potensi masalah sejak dini agar kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Oleh karena itu, simak artikel ini lebih lanjut untuk memahaminya!
Apa Itu Platina Mobil?
Platina mobil adalah komponen pada sistem pengapian konvensional yang berfungsi mengatur aliran arus listrik ke koil dan busi. Melalui mekanisme buka-tutup, platina memastikan percikan api muncul pada waktu yang tepat untuk mendukung proses pembakaran mesin.
Komponen ini umum digunakan pada kendaraan dengan sistem pengapian lama, sebelum teknologi pengapian elektronik diterapkan secara luas.
Meski kini jarang ditemukan pada mobil modern, platina mobil masih digunakan pada kendaraan tertentu dan tetap memerlukan pemahaman yang tepat dalam perawatannya.
Cara kerja platina mobil bersifat mekanis, mengikuti putaran poros distributor untuk memutus dan menghubungkan arus listrik. Ketepatan kerja komponen ini berpengaruh langsung terhadap kestabilan mesin dan efisiensi pembakaran bahan bakar.
Fungsi Platina Mobil
Platina mobil memiliki peran penting dalam sistem pengapian konvensional karena berkaitan langsung dengan pembentukan percikan api pada busi. Secara umum, fungsi platina mobil antara lain:
- Memutus dan menghubungkan arus listrik primer dari baterai ke koil pengapian.
- Mengatur waktu pengapian busi sesuai putaran mesin.
- Memicu terbentuknya tegangan tinggi pada koil pengapian.
- Menjaga konsistensi percikan api pada busi.
- Mengontrol ritme pembakaran campuran udara dan bahan bakar.
- Mendukung kestabilan putaran mesin.
- Membantu efisiensi konsumsi bahan bakar.
Seluruh fungsi tersebut bekerja secara saling berkaitan. Oleh karena itu, kondisi platina mobil yang baik sangat berpengaruh terhadap performa mesin dan kenyamanan berkendara secara keseluruhan.
Cara Kerja Platina Mobil
Cara kerja platina mobil merupakan bagian penting dari sistem pengapian konvensional yang berlangsung secara mekanis.
Proses ini terjadi secara berulang mengikuti putaran mesin dan membutuhkan sinkronisasi yang tepat antar komponen. Berikut tahapan cara kerja platina mobil:
1. Pemutusan dan Penghubungan Arus Listrik
Platina digerakkan oleh nok (cam) pada distributor yang berputar mengikuti poros mesin. Saat kontak platina tertutup, arus listrik dari baterai mengalir menuju koil pengapian dan membentuk medan magnet di dalam koil.
Ketika nok mendorong kontak platina hingga terbuka, aliran arus listrik terputus. Pemutusan arus inilah yang menjadi awal terbentuknya induksi tegangan tinggi, sehingga platina harus bekerja presisi agar proses selanjutnya berjalan optimal.
2. Pembentukan Tegangan Tinggi
Pemutusan arus listrik oleh platina menyebabkan medan magnet pada koil runtuh secara tiba-tiba. Kondisi ini memicu terbentuknya lonjakan tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk menghasilkan percikan api.
Besarnya tegangan yang dihasilkan sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan kerja platina. Jika pemutusan arus tidak sempurna, percikan api pada busi akan melemah dan pembakaran menjadi kurang optimal.
3. Penyaluran Arus ke Busi
Tegangan tinggi dari koil kemudian disalurkan melalui distributor ke masing-masing busi sesuai urutan pengapian mesin. Percikan api pada busi membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.
Sinkronisasi antara kerja platina, koil, dan distributor sangat menentukan kestabilan mesin. Gangguan pada salah satu komponen ini dapat menyebabkan mesin tersendat atau kehilangan tenaga.
Komponen yang Berkaitan dengan Platina Mobil
Platina mobil tidak bekerja secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari sistem pengapian konvensional yang saling terhubung. Beberapa komponen pendukung berikut berperan penting dalam memastikan platina mobil bekerja optimal:
1. Koil Pengapian
Koil pengapian berfungsi menaikkan tegangan listrik dari baterai menjadi tegangan tinggi yang dibutuhkan busi. Kerja koil sangat bergantung pada pemutusan arus yang dilakukan oleh platina.
Jika platina tidak bekerja presisi, koil tidak dapat menghasilkan tegangan maksimal. Hal ini berdampak langsung pada kualitas percikan api dan performa mesin.
2. Kondensor
Kondensor berfungsi menyerap lonjakan arus listrik saat kontak platina terbuka. Komponen ini mencegah terjadinya percikan api berlebih pada permukaan platina.
Tanpa kondensor, platina mobil akan lebih cepat aus akibat panas dan gesekan listrik. Oleh karena itu, kondensor berperan penting dalam menjaga keawetan platina.
3. Distributor
Distributor bertugas mengatur dan membagikan tegangan tinggi ke masing-masing busi sesuai urutan pengapian. Platina mobil umumnya terpasang di dalam distributor pada sistem pengapian konvensional.
Kinerja distributor yang baik memastikan percikan api terjadi pada waktu dan silinder yang tepat. Gangguan pada distributor dapat menyebabkan mesin pincang atau tidak seimbang.
4. Busi dan Kabel Busi
Busi berfungsi menghasilkan percikan api, sedangkan kabel busi menyalurkan tegangan tinggi dari distributor. Kedua komponen ini bekerja langsung dengan hasil kerja platina mobil.
Jika kabel busi bermasalah atau busi aus, percikan api menjadi tidak optimal meskipun platina bekerja normal. Oleh karena itu, seluruh komponen pengapian perlu diperiksa secara menyeluruh.
Tanda-Tanda Platina Mobil Bermasalah
Seiring pemakaian, platina mobil dapat mengalami keausan atau perubahan setelan. Kondisi ini biasanya ditandai oleh beberapa gejala berikut:
- Mesin sulit dihidupkan,
- Putaran mesin tidak stabil atau brebet,
- Mesin sering mati mendadak,
- Akselerasi terasa lemah,
- Respons mesin menurun,
- Konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros,
- Percikan api busi tidak konsisten.
Jika tanda-tanda tersebut muncul, pemeriksaan platina mobil sebaiknya segera dilakukan untuk mencegah gangguan yang lebih serius sehingga biaya perbaikan tidak akan membengkak.
Baca Juga : Apa itu Quick Shifter? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya
Pentingnya Perawatan Platina Mobil
Perawatan platina mobil tidak boleh diabaikan, terutama pada kendaraan dengan sistem pengapian konvensional. Pentingnya perawatan platina mobil dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:
- Menjaga kestabilan sistem pengapian,
- Memastikan waktu pengapian tetap presisi,
- Mencegah keausan berlebih pada kontak platina,
- Menjaga performa mesin tetap optimal,
- Menghindari pemborosan bahan bakar,
- Memperpanjang usia pakai komponen pengapian.
Dengan perawatan yang rutin dan tepat, platina mobil dapat bekerja lebih maksimal dan dapat membantu menjaga kenyamanan serta keamanan Anda saat berkendara.
Rawat Platina Mobil untuk Performa Mesin Optimal
Memahami fungsi dan cara kerja platina mobil memberikan gambaran betapa pentingnya komponen ini dalam sistem pengapian. Platina yang terawat membantu memastikan pembakaran berlangsung sempurna dan performa mesin tetap stabil.
Pastikan Anda melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala agar platina mobil selalu dalam kondisi optimal. Perawatan yang tepat tidak hanya menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga membantu menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
Untuk informasi tips otomotif dan layanan resmi yang terpercaya, Anda dapat mengunjungi website resmi Suzuki dan menemukan solusi terbaik sesuai kebutuhan kendaraan Anda.
Sumber Gambar:
Tompel - https://www.shutterstock.com/image-photo/car-platinum-on-white-background-2444676053